Senin, 26 Maret 2012

APLIKASI JAM UNTUK MENGHIAS BLOG

By: Mona
Berikut ini SITUS yang menyediakan layanan JAM untuk BLOG
Menghias blog dengan Jam Islami klik al-habib
Menghias blog dengan Jam cantik klik clockwidgets
Menghias blog dengan Jam keren klik clocklink
Menghias blog dengan Jam dunia klik worldtime
Menghias blog dengan Jam bunga klik widgetbox
 
Caranya:
1. Klik kanan (mouse), lalu klik open link in new tab
2. Setelah anda klik salah satu link diatas, copy codenya 
3. kembali ke blog anda 
4. lalu buka desain 
5. lalu buka tata letak 
6. lalu buka tambah gadget  
7. pilih HTML/javascript 
8. lalu paste 
9. simpan

jadi dach.............
selamat mencoba! 

LIRIK SAIR GUSDUR

-->

أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا * أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا * وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا
ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ * يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ * يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

-->

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)
Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)
Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)
Rino wengine tanpo pitungan 2X …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)

Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)
Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)
Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)
Tembe mburine bakal sengsoro 2X …. (esok hari bakal sengsara)

Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)
Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)
Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)
Yen isih kotor ati akale 2X …. (jika masih kotor hati dan akalnya)

Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)
Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)
Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)
Mulo atine peteng lan nisto 2X … (maka hatinya gelap dan nista)

Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)
Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)
Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)
Baguse sangu mulyo matine 2X …. (bagusnya bekal mulia matinya)

Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)
Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)
Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)
Ugo haqiqot manjing rasane 2 X … (juga hakikat meresap rasanya)

Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)
Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)
Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru yang tajam mata batinnya)
Den tancepake ing jero dodo 2X … (ditancapkan di dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)
Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)
Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman)
Minongko dalan manjinge iman 2 X … (sebagai sarana jalan masuknya iman)

Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)
Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)
Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)

Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)
Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)
Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)
Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)

Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)
Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)
Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)
Nabi Muhammad panutan kito 2x …. (Nabi Muhammad tauladan kita)

Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)
Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)
Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)
Ananging mulyo maqom drajate 2X … (namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)

Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)
Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)
Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)
Utuh mayite ugo ulese 2X … (utuh jasadnya juga kain kafannya)

-->
ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ # يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ # يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Rabu, 21 Maret 2012

THAT MAN HYUN BIN OST SECRET GARDEN

-->

THAT MAN
HYUN BIN OST SECRET GARDEN
By: Mona Lovely Princess
 
Han namjaga geudereul saranghamnida
Seorang pria mencintaimu
Geu namjaneun yolsimhi saranghamnida
Pria itu mencintaimu dengan sepenuh hati
Meil geurimjachorom geudereul ttara danimyo
Setiap hari seperti bayangan yang selalu mengikutimu
Geu namjaneun useumyo ulgo issoyo
Ketika pria itu tersenyum dia menangis di dalam hati




  * Reff
Olmana olmana do noreul
Berapa lama lagi
Irotge baraman… bomyo honja
Apakah saya harus melihatmu hanya sendirian
I baramgateun sarang… i gojigateun sarang
Cinta ini seperti angin cinta yang tidak berharga
Gyesokheya niga nareul sarangha getni… hooo
Jika saya terus mencoba apakah kamu akan mencintaiku
Jogeumman gakkai wa… jogeumman
Datanglah sedikit lebih dekat
Han bal dagagamyon… du bal domangganeun
Satu langkah… lebih dekat lagi
Nol saranghaneun nal… jigeumdo yope issoyo
Saya yang mencintaimu sekarang ada di sisimu
Geu namjan umnida…
Pria itu menangis
Geu namjaneun songgyogi sosimhamnida
Pria itu sangat pemalu
Geureso utneun bobeul… bewobomnida
Jadi dia belajar bagaimana untuk tertawa
Chinhan chin guegedo, mothaneun yegiga maneun
Banyak yang tidak bisa dikatakan, bahkan kepada teman dekat
Geu namja-eui maeumeun sangcho tusongi
Hati pria itu penuh dengan bekas luka
Geureso geu namjaneun geudel… nol saranghet deyo ttokgataso
Jadi pria itu mencintaimu karena kalian sama
Tto hana gateun babo… tto hana gateun babo
Hanya orang bodoh … hanya orang bodoh
Hanbon nareul anajugo gamyon andweyo…?
Bisakah kamu memeluk saya sebelum kamu pergi…?
Nan sarang batgo sipo geudeyo
Saya ingin dicintai
Meil sogeuroman… gaseum sogeuroman
Setiap hari didalam hatinya, didalam hatinya
Sorireul jireumyo geu namjaneun
Dia berteriak dan pria itu
Oneuldo geu yope itdeyo
Ada disisimu lagi hari ini
Geu namjaga naraneun gon anayo
Apakah kamu tau bahwa saya pria itu?
Almyonsodo ironeun gon anijyo
Kamu tidak akan bertingkah seperti ini jika tau
Moreuloya geudaen babonikka
Kamu tidak tau karena kamu bodoh
Back to Reff*

-->
Annyeonghaseyo, Je Ileum-Eun Mona Imyeo, I Beullogeuleul Ilg-Eo Jusyeoseo Gamsahabnida ... Geugeos-Eul Eongeub Haneun Geos-Eul Ij-Ji Maseyo ?
Halo, Nama saya Mona, terima kasih sudah membaca blog ini... jangan lupa komentarnya ya?

Selasa, 20 Maret 2012

Lirik Starlight Tears Indonesian by Mona

-->

-->
Starlight Tears  By: Mona Lovely Princess
lyrics Kim Yoo Kyung (OST BBF) Korean lyric

Saehayan byeolbichi,nunmureul gamsayo…
Cahaya bintang putih yg terang, menyelimuti air mataku…
Ddaddeuthan barame, nunmuri naeryeoyo…
Di kehangatan udara, air mata ini jatuh berderai…

Geudae neugginayo, Joyonghi soksakineun.
Apakah kau rasakan bisikan, dlm kesunyian ini.
geudaereul, hyanghan I ddeolrimeul…
Getaran ini, hanya terpancar untukmu…

Hayan jongiwe e, geudael geuryeoyo…
Di atas kertas putih, aku melukiskanmu…
Ddaddeuthan misoga, nal anajoneyo…
Kehangatan senyummu, seakan memelukku…

Ige sarangingayo…?
Mungkinkah ini Cinta…?
Du nuneul gama bwado,
Kucoba  memejamkan kedua mata ini,
geudaeman… boineun geolyo…
namun… hanya engkaulah yang selalu terlihat…

(REFF)
*I will be waiting for you,
*Aku akan menunggumu,
geu dael gidarilgeyo…
Aku akan menantimu…
Deo isang,
Bagaimanapun juga,
apeun nunmul, boiji aneulraeyo…
aku tidak akan memperlihatkan, airmata kesedihan ini…

#You let me know
#Kau beritahu aku
geojitmal gateun sarang…
Sebuah kepalsuan cinta….
Notji aneul ge eyo,
Aku tidak akan melepasmu,
baro geudaehello kittyyo…
karena yang ada hanya engkau seorang

Geudaewaye gieok, sokeul geotgo isseoyo,,,
Aku berjalan di atas kenangan, bersamamu…
Gaseumsok gadeukhi, nunmuri goyeoyo,,,
Dan hati ini, dipenuhi air mata…

Na eoddeotge hajyo?
Apakah yang harus saya lakukan?
Ggumsoke seodojocha, geudaereul geuriweohaeyo…
Sedang dalam mimpipun, aku merindukanmu… 
(BACK TO REFF)

Nal barabwa jweoyo!
Coba lihatlah Aku!
jeogi jeo byeoldeulcheoreom…
Seperti bintang-bintang di atas sana…
Naemamui geudaega, dweeojul su eobnayo…?
Tidak bisakah engkau, ada dalam hatiku…?
(BACK TO REFF)
     kalo mau copy paste silahkan ijin dulu di tempat komentar oke??? Terimakasih.... ^_^

Selasa, 13 Maret 2012

KISAH NABI IDRIS AS DI SURGA

KISAH NABI IDRIS AS
Nama lengkapnya, Idris bin Yarad bin Mahlail. Keturunan daripada Syits bin Adam. Dia termasuk seorang nenek moyang Nabi Nuh, menjadi orang pertama dari keturunan Nabi Adam yang diberi darjat. Nabi Idris lahir di Munaf, sebuah daerah di Mesir. Dia adalah keturunan ke enam Nabi Adam, dari Yazid bin Mihla’iel bin Qinan bin Syits. Dia kakek bapak Nabi Nuh AS. Nabi Syits mengajarkan Idris membaca Shafiah.
Nabi Idris AS juga mendapat gelar “Asadul Usud” yang berarti Singa karena beliau tidak pernah berputus asa dalam menjalan tugasnya sebagai seorangNabi. Ia tidak pernah takut menghadapi ummatnya yang kafir. Meskipun demikian ia tidak pernah sombong. Ia bersifat pema’af.
Allah SWT menurunkan 30 Shahifah kepada Nabi Idris AS yang berisi petunjuk (Dalam kitab ini berisi ajaran kebenaran seperti halnya AL Qur’an. Kitab itu merupakan petunjuk yang disampaikan kepada ummatnya. Sehingga ummatnya yang sudah rusak akhlaknya sedikit demi sedikit kembali ke jalan yang benar) untuk disampaikan kepada umatnya (keturunan Qabil yang durhaka kepada Allah).
Idris kecil mempelajari Shafiah dengan tekun, karena kesukaannya membaca itulah, ia mendapat gelar “Idris”, yang artinya orang yang tekun belajar. Dia belajar membaca dan menulis tanpa mengenal waktu dan tempat. Dia menjadi Nabi pertama yang menulis dengan Pena yang terbuat dari batu kerikil. Tidak mengherankan bila Allah menganugerahkan ilmu pengetahuan yang luas.
Beliaulah yang mula-mula pandai ilmu hitung dan ilmu bintang, dan beliau pula manusia pertama yang merancak kuda, menggunting pakian yang terbuat dari kulit binatang dan menjahitnya.
Dia adalah orang pertama yang mengajarkan ilmu politik peradaban dan menetapkan rancangan pembangunan kota. Setiap kumpulan dalam kaumnya mula membangunkan kota, hingga terbina 188 kota ketika itu.
Dia mempunyai kekuatan yang hebat dan bertabiat gagah berani, sehingga diberi julukan “Asadul Usud”, artinya Singa dari segala Singa. Dia tidak pernah lalai sedikitpun dari mengingat Allah, walau sedang sibuk menghadapi persoalan penting sehari-hari. Hingga Allah memberikan derajat yang tinggi padanya.
Allah pun memberikan mukjizat kepadanya berupa kepandaian di segala bidang. Diantara mukjizat Nabi Idris adalah sebagai berikut:
  1. Hebat dalam menunggang kuda. Pada waktu itu sedikit orang yang dapat menunggang kuda.
  2. Dapat menulis. Pada waktu itu tidak ada ummatnya yang dapat menulis.
  3. Dapat menjahit pakaian. Pada waktu itu, belum ada yang mampu menjahit pakaian.
Seperti halnya Nabi Adam dan Nabi Syits, Nabi Idris juga menerima Wahyu Allah melalui Malaikat Jibril yang berupa 30 Shahifah yang berisi petunjuk untuk disampaikan kepada Umatnya. Beliau di utus berdakwah kepada umat keturunan Qabil. Umat ini telah bersikap durhaka kepada Allah. Mereka menimbulkan berbagai bencana dan kerusakan di muka bumi. Oleh Nabi Idris orang-orang ini diajak menyembah Allah (mengesakan Allah).
Tapi, keturunan Qabil ini tak mau mendengar ajakan menuju kebaikan itu. Mereka malah menghina dan mengejek Nabi Idris. “Hidup kami sudah enak, senang dan serba cukup, kenapa engkau mengganggu kami? Tanya beberapa orang penting dari kaum itu.
“Ajaranmu aneh, kami tak membutuhkannya!” sahut yang lain. “Lebih baik engkau hidup sendiri bersama Tuhanmu.”
Begitulah tantangan dakwah Nabi Idris selama puluhan tahun menyebarkan ajaran kebenaran. Hanya beberapa gelintir orang yang mau mengikutinya. Sebagian besar dari mereka lebih suka mengikuti hawa nafsunya sendiri.
Karena keturunan Qabil semakin menentang ajaran Idris, Allah memerintahkan Nabi Idris meninggalkan mereka dan membawa pengikutnya yang setia dan mau beriman kepada Allah untuk menyelamatkan diri. Karena Allah akan menurunkan azab kepada umat yang durhaka itu.
Kemudian dia berniat untuk berhijrah, meninggalkan negeri itu dengan menyeru bersama pengikutnya yang sedikit. Mereka keberatan meninggalkan negeri itu lalu berkata kepadanya: “Jika kita pergi dari sini, di mana lagi kita akan menemui negeri yang sama (Babil).”
Idris menjawab: “Jika kita berhijrah kerana Allah, kita akan mendapat rezeki lain.”
Kemudian, Idris dan pengikutnya berhijrah ke Mesir dan melihat Sungai Nil, lalu berhenti di sungai itu dan bertasbih kepada Allah. Selepas itu, mereka menyeru manusia supaya menyembah Allah dan berakhlak mulia.
Idris dan pengikutnya tinggal di Mesir selama 82 tahun kemudian Allah mengangkat ke sisi-Nya, seperti firman-Nya (S. Maryam: 57): “Dan kami mengangkatnya ke martabat yang tinggi.”
Nabi Idris  sempat berjumpa dengan Nabi Adam selama 308 tahun kerana umur Adam panjang, iaitu 1,000 tahun.
Ketika berdakwah, dia menggalakkan kehidupan zuhud, menyuruh umatnya Melakukan solat, puasa,menunaikan zakat dan bersuci daripada hadas, selain mengharamkan minuman keras.
Disebabkan amalan Nabi Idris banyak diterima setiap hari, dia diangkat ke syurga. Malaikat Maut sangat cinta dan merinduinya, lalu meminta izin daripada Allah untuk mengunjungi Idris. Ketika Malaikat Maut yang menyerupai manusia mengunjungi Idris, dia ketika itu sedang berpuasa sepanjang tahun. Justeru, menjelang waktu berbuka, malaikat datang membawa makanan dari syurga untuk Idris.
Malaikat Izrael, adalah Malaikat pencabut nyawa sangat mengagumi kepandaian dan ketaatan Nabi Idris, Malaikat Izrael  sangat ingin lebih mengenal Nabi Idris. Atas izin Allah, diam-diam Izrael menyamar sebagai manusia dan bertamu ke rumah Nabi Idris.
  • “Assalamu’alaikum,”   Malaikat Izrael memberi salam sambil mengetuk pintu.
  • “Wa’alaikum salam,” jawab Nabi Idris, “Silahkan masuk, siapakah itu, dan ada perlu apa datang kemari?”
Izrael menyampaikan maksudnya untuk berkenalan dengan Nabi Idris sebagai utusan Allah. Akhirnya Nabi Idris mengajak Izrael menginap di rumahnya. Di rumah Nabi Idris, keduanya asyik  beribadah, mereka tidak banyak bicara melainkan terus beribadah. Ketika tiba waktu makan, Nabi Idris mempersilahkan tamunya makan. Tamunya menolak.
  • “Silahkan tuan makan sendiri, saya ingin melanjutkan ibadah saya kepada Allah,” jawabnya.
Setelah makan nabi Idris melanjutkan ibadah bersama tamunya sampai tiba waktu tidur.
  • “Silahkan tuan tidur disini,” Nabi Idris menunjukkan tempat tidur tamu.
  • “Silahkan tuan tidur dulu, saya masih ingin melanjutkan ibadah saya,” jawab sang tamu, tanpa menunjukkan rasa lelah.
Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang. Nabi Idris sangat heran,, siapakah sebenarnya tamu ini, kenapa tamu aneh ini tidak mau makan dan tidur? Dengan hati-hati Nabi Idris menanyakan hal itu kepada tamunya.
  • “Saya adalah Izrael, Malaikat pencabut nyawa,” kata sang tamu.
Nabi Idris sangat kaget. “Jadi, engkau datang untuk mencabut nyawa saya?” tanya Nabi Idris.
Izrael menggeleng, lalu menjelaskan keinginannya untuk mengenal Nabi Idris lebih jauh. Barulah Nabi Idris sadar, memang begitulah kehidupan malaikat. Dan para Malaikat memang suka mendekati orang-orang yang beriman. Bila orang beriman sedang shalat, berdoa, atau melakukan amal saleh, banyak malaikat yang mengerumuninya.
  • “Sebenarnya saya ingin merasakan bagaimana rasanya jika nyawa seseorang sedang di cabut,” ujar Nabi Idris tiba-tiba.
  • “Permintaan tuan aneh sekali,” kata Izrael. Selama ini manusia justru takut nyawanya akan dicabut.
Idris menjelaskan kepada Izrael bahwa pengalamannya akan menjadi bekal dalam berdakwah. Dengan izin Allah, Malaikat Izrael melakukan apa yang diminta Nabi Idris. Dicabutnya nyawa Nabi Idris,  lalu segera dikembalikan lagi.
  • “Saya tidak merasakan apa-apa,” kata Idris setelah bangun dari kematiannya
  • “Karena saya melakukannya dengan lembut. Begitulah yang selalu saya lakukan terhadap orang-orang beriman” kata Izrael.
  • “Bagaimana dengan orang yang tidak beriman? Tanya Nabi Idris penasaran.
  • “Oh, mereka akan merasakan luar biasa kesakitan waktu nyawa mereka dicabut,” kata Izrael.
Nabi Idris ingin mendengarnya. Terlebih waktu Izrael mengatakan, “rasa sakit itu akan dirasakan simati sampai hari kiamat. Nabi Idris tidak mampu membayangkan betapa sakitnya. Sakit sehari saja rasanya sudah tidak tahan, apalagi kalau harus menanggungnya hingga ratusan tahun sambil menunggu waktu kiamat tiba. Sebaliknya orang yang beriman akan merasakan kebahagiaan. Setelah mati, mereka akan menikmati hasil setiap amal saleh mereka di dunia,” tutur Izrael menjelaskan.
Malaikat Izrael dan Nabi Idris setiap harinya beribadah bersama-sama, Suatu kali,  Nabi Idris mengajukan permintaan.
  • “Bisakah engkau membawa saya melihat surga dan neraka?”
  • “Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaanmu aneh,” kata Izrael.
Setelah Malaikat Izrael memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya.
  • “Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun takut melihatnya,” kata Izrael.
  • “Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,” Nabi Idris menjelaskan alasannya.
Baru sampai ke dekat neraka,Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga neraka adalah Malaikat yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris tidak mampu menyaksikan berbaai siksaan yang mengerikan itu. Api neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan, tak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini.
Dengan tubuh lemas Nabi Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian Izrael membawa Nabi Idris ke surga.
  • “Assalamu’alaikum…” kata Izrael kepada Malaikat Ridwan, Malaikat penjaga pintu surga yang sangat tampan.
Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Siapapun akan senang memandangnya. Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat yang mulia itu.
Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau  tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di depannya.
  • “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang.
Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum.
Lalu Idris as berkata,
  • “Wahai saudaraku, Malakul Maut, saya telah merasakan pahitnya Maut, dan saya telah melihat kedahsyatan api Neraka, maka maukah Tuan memohonkan kepada Allah agar Ia mengijinkan saya memasuki Surga untuk dapat meminum airnya guna menghilangkan rasa sakit dari Maut dan kedahsyatan api Neraka?”.
Maka Malaikat Maut pun memohonkan permintaan Nabi Idris as kepada Allah swt, kemudian Allah Ta’ala mengijinkan kepada Nabi Idris as melalui Malaikat Maut, untuk memasuki Surga barang sejenak dan agar keluar lagi dari Surga tersebut.
Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan.
Kemudian Nabi Idris pun masuk kedalam Surga. Idris as meletakkan sandalnya dibawah salah satu pepohonan Surga, kemudian menuju suatu mata air untuk meminum airnya.
Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan surga Allah.
Setelah Idris as berada diluar Surga, ia berkata kepada Malaikat Maut,
·         “Wahai Malakul Maut, saya telah meninggalkan sandal saya di dalam Surga!”
Malaikat Maut pun menjawab,
·         “Kembalilah ya Tuanku ke dalam Surga dan ambil kembali sandal Tuan!”.
Maka masuklah Nabi Idris kembali ke dalam Surga, namun Idris as tidak keluar lagi, sehingga Malaikat Maut pun berteriak,
·         “Ya Tuanku Idris, keluarlah anda segera dari Surga itu!!”.
Nabi Idris menjawab:
·          “Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,”
Malaikat Maut kembali berkaata:
·         “Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama paraNabi dan orang yang beriman lainnya,”
Nabi Idris pun menjawab dari dalam Surga,
·       “Tidak ya Malakul Maut, karena Allah Ta’ala telah berfirman (QS. Ali Imran : 185):tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati
Idris membela,
·         “sedang saya telah merasakan mati (maut) tersebut”.
·       Dan Allah berfirman (QS. Maryam : 71): mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya (Surga).
Idris pun membela lagi,
“sekali-kali saya tidak akan dikeluarkan daripadanya, yaitu Surga ini”.
Sungguh  Allah itu Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Maka Allah lalu memberi wahyu kepada Malaikat Maut, “biarkanlah Idris, karena Aku telah menetapkan di Azali, bahwa Idris akan bertempat tinggal di dalam Surga-Ku”. Waktu diangkat ke tempat itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.
Pada saat Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Idris. “Siapa orang ini? Tanya Nabi Muhammad kepada Jibril yang mendampinginya waktu itu.
“Inilah Idris,” jawab Jibril. Nabi Muhammad mendapat penjelasan Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta Surat Maryam ayat 56 dan 57.
Firman Allah dalam Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86:
85. dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. semua mereka Termasuk orang-orang yang sabar. 86. Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat kami. Sesungguhnya mereka Termasuk orang-orang yang saleh.
Firman Allah Surat Maryam 56-57
56. dan Ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. 57. dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.

Sumber: As Sab’iyyaatu fil Mawaa’idhil Barriyyaat karya Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdurrahmaan Al Hamdaany 
WALLAHU A'LAM BISSHOWAB