By: Mona Berikut ini SITUS yang menyediakan layanan JAM untuk BLOG Menghias blog dengan Jam Islami klik al-habib Menghias blog dengan Jam cantik klik clockwidgets Menghias blog dengan Jam keren klik clocklink Menghias blog dengan Jam dunia klik worldtime Menghias blog dengan Jam bunga klik widgetbox Caranya: 1. Klik kanan (mouse), lalu klik open link in new tab 2. Setelah anda klik salah satu link diatas, copycodenya 3. kembali ke blog anda 4. lalu buka desain 5. lalu buka tata letak 6. lalu buka tambah gadget 7. pilih HTML/javascript 8. lalu paste 9. simpan
Cahaya bintang putih yg terang, menyelimuti air mataku…
Ddaddeuthan barame, nunmuri naeryeoyo…
Di kehangatan udara, air mata ini jatuh berderai…
Geudae neugginayo, Joyonghi soksakineun.
Apakah kau rasakan bisikan, dlm kesunyian ini.
geudaereul, hyanghan I ddeolrimeul… Getaran ini, hanya terpancar untukmu…
Hayan jongiwe e, geudael geuryeoyo…
Di atas kertas putih, aku melukiskanmu…
Ddaddeuthan misoga, nal anajoneyo…
Kehangatan senyummu, seakan memelukku…
Ige sarangingayo…?
Mungkinkah ini Cinta…?
Du nuneul gama bwado,
Kucoba memejamkan kedua mata ini,
geudaeman… boineun geolyo…
namun… hanya engkaulah yang selalu terlihat…
(REFF)
*I
will be waiting for you,
*Aku
akan menunggumu,
geu
dael gidarilgeyo…
Aku
akan menantimu…
Deo isang,
Bagaimanapun
juga,
apeun
nunmul, boiji aneulraeyo… aku tidak akan memperlihatkan, airmata kesedihan ini…
#You let me know
#Kau
beritahu aku
geojitmal
gateun sarang… Sebuah kepalsuan cinta….
Notji
aneul ge eyo,
Aku
tidak akan melepasmu,
baro
geudaehello kittyyo…
karena
yang ada hanya engkau seorang
Geudaewaye gieok, sokeul geotgo isseoyo,,, Aku berjalan di atas kenangan, bersamamu… Gaseumsok gadeukhi, nunmuri goyeoyo,,, Dan hati ini, dipenuhi air mata…
Na eoddeotge hajyo? Apakah yang harus saya lakukan? Ggumsoke seodojocha, geudaereul geuriweohaeyo…
Sedang dalam mimpipun, aku merindukanmu…
(BACK TO REFF)
Nal barabwa jweoyo!
Coba lihatlah Aku!
jeogi jeo byeoldeulcheoreom… Seperti bintang-bintang di atas sana… Naemamui geudaega, dweeojul su eobnayo…?
Tidak bisakah engkau, ada dalam hatiku…?
(BACK TO REFF)
kalo mau copy paste silahkan ijin dulu di tempat komentar oke??? Terimakasih.... ^_^
Nama lengkapnya, Idris
bin Yarad bin Mahlail. Keturunan daripada Syits bin Adam. Dia
termasuk seorang nenek moyang Nabi Nuh, menjadi orang pertama dari
keturunan Nabi Adam yang diberi darjat. Nabi Idris lahir di Munaf, sebuah
daerah di Mesir. Dia adalah keturunan ke enam Nabi Adam, dari Yazid bin Mihla’iel
bin Qinan bin Syits. Dia kakek bapak Nabi Nuh AS. Nabi Syits mengajarkan Idris
membaca Shafiah.
Nabi Idris AS juga
mendapat gelar “Asadul Usud” yang berarti Singa karena beliau tidak pernah
berputus asa dalam menjalan tugasnya sebagai seorangNabi. Ia tidak pernah takut
menghadapi ummatnya yang kafir. Meskipun demikian ia tidak pernah sombong. Ia
bersifat pema’af.
Allah SWT menurunkan 30
Shahifah kepada Nabi Idris AS yang berisi petunjuk (Dalam kitab ini berisi
ajaran kebenaran seperti halnya AL Qur’an. Kitab itu merupakan petunjuk yang
disampaikan kepada ummatnya. Sehingga ummatnya yang sudah rusak akhlaknya
sedikit demi sedikit kembali ke jalan yang benar) untuk disampaikan kepada
umatnya (keturunan Qabil yang durhaka kepada Allah).
Idris kecil mempelajari
Shafiah dengan tekun, karena kesukaannya membaca itulah, ia mendapat gelar“Idris”, yang artinya
orang yang tekun belajar. Dia belajar membaca dan menulis tanpa mengenal waktu dan
tempat. Dia menjadi Nabi pertama yang menulis dengan Pena yang terbuat dari
batu kerikil. Tidak mengherankan bila Allah menganugerahkan ilmu pengetahuan
yang luas.
Beliaulah yang mula-mula
pandai ilmu hitung dan ilmu bintang, dan beliau pula manusia pertama yang
merancak kuda, menggunting pakian yang terbuat dari kulit binatang dan
menjahitnya.
Dia adalah orang pertama
yang mengajarkan ilmu politik peradaban dan menetapkan rancangan pembangunan
kota. Setiap kumpulan dalam kaumnya mula membangunkan kota, hingga
terbina 188 kota ketika itu.
Dia mempunyai kekuatan
yang hebat dan bertabiat gagah berani, sehingga diberi julukan “Asadul Usud”, artinya
Singa dari segala Singa. Dia tidak pernah lalai sedikitpun dari mengingat Allah, walau
sedang sibuk menghadapi persoalan penting sehari-hari. Hingga Allah memberikan derajat
yang tinggi padanya.
Allah pun memberikan
mukjizat kepadanya berupa kepandaian di segala bidang. Diantara mukjizat Nabi
Idris adalah sebagai berikut:
Hebat dalam menunggang kuda. Pada waktu
itu sedikit orang yang dapat menunggang kuda.
Dapat menulis. Pada waktu itu tidak ada ummatnya
yang dapat menulis.
Dapat menjahit pakaian. Pada waktu itu, belum ada
yang mampu menjahit pakaian.
Seperti halnya Nabi Adam
dan Nabi Syits, Nabi Idris juga menerima Wahyu Allah melalui Malaikat Jibril
yang berupa 30
Shahifah
yang berisi petunjuk untuk disampaikan kepada Umatnya. Beliau di utus berdakwah
kepada umat keturunan Qabil. Umat ini telah bersikap durhaka kepada Allah.
Mereka menimbulkan berbagai bencana dan kerusakan di muka bumi. Oleh Nabi Idris
orang-orang ini diajak menyembah Allah (mengesakan Allah).
Tapi, keturunan Qabil
ini tak mau mendengar ajakan menuju kebaikan itu. Mereka malah menghina dan
mengejek Nabi Idris. “Hidup kami sudah enak, senang dan serba cukup, kenapa engkau
mengganggu kami?Tanya beberapa orang penting dari kaum itu.
“Ajaranmu aneh, kami tak
membutuhkannya!” sahut yang lain. “Lebih baik engkau hidup sendiri bersama Tuhanmu.”
Begitulah tantangan
dakwah Nabi Idris selama puluhan tahun menyebarkan ajaran kebenaran. Hanya
beberapa gelintir orang yang mau mengikutinya. Sebagian besar dari mereka lebih
suka mengikuti hawa nafsunya sendiri.
Karena keturunan Qabil
semakin menentang ajaran Idris, Allah memerintahkan Nabi Idris meninggalkan
mereka dan membawa pengikutnya yang setia dan mau beriman kepada Allah untuk
menyelamatkan diri. Karena Allah akan menurunkan azab kepada umat yang durhaka
itu.
Kemudian dia berniat
untuk berhijrah, meninggalkan negeri itu dengan menyeru bersama pengikutnya
yang sedikit. Mereka keberatan meninggalkan negeri itu lalu berkata kepadanya: “Jika kita pergi dari
sini, di mana lagi kita akan menemui negeri yang sama (Babil).”
Idris menjawab: “Jika kita berhijrah
kerana Allah, kita akan mendapat rezeki lain.”
Kemudian, Idris dan
pengikutnya berhijrah ke Mesir dan melihat Sungai Nil, lalu berhenti di sungai
itu dan bertasbih kepada Allah. Selepas itu, mereka menyeru manusia supaya
menyembah Allah dan berakhlak mulia.
Idris dan pengikutnya
tinggal di Mesir selama 82 tahun kemudian Allah mengangkat ke sisi-Nya, seperti
firman-Nya (S. Maryam: 57): “Dan kami mengangkatnya ke martabat yang tinggi.”
Nabi Idris sempat
berjumpa dengan Nabi Adam selama 308 tahun kerana umur Adam panjang, iaitu
1,000 tahun.
Ketika berdakwah, dia
menggalakkan kehidupan zuhud, menyuruh umatnya Melakukan solat,
puasa,menunaikan zakat dan bersuci daripada hadas, selain mengharamkan minuman
keras.
Disebabkan amalan Nabi
Idris banyak diterima setiap hari, dia diangkat ke syurga. Malaikat Maut sangat
cinta dan merinduinya, lalu meminta izin daripada Allah untuk mengunjungi
Idris. Ketika Malaikat Maut yang menyerupai manusia mengunjungi Idris, dia
ketika itu sedang berpuasa sepanjang tahun. Justeru, menjelang waktu berbuka,
malaikat datang membawa makanan dari syurga untuk Idris.
Malaikat Izrael, adalah
Malaikat pencabut nyawa sangat mengagumi kepandaian dan ketaatan Nabi Idris,
Malaikat Izrael sangat ingin lebih mengenal Nabi Idris. Atas izin Allah,
diam-diam Izrael menyamar sebagai manusia dan bertamu ke rumah Nabi Idris.
“Assalamu’alaikum,” Malaikat Izrael
memberi salam sambil mengetuk pintu.
“Wa’alaikum salam,” jawab Nabi Idris,
“Silahkan masuk, siapakah itu, dan ada perlu apa datang kemari?”
Izrael menyampaikan
maksudnya untuk berkenalan dengan Nabi Idris sebagai utusan Allah. Akhirnya
Nabi Idris mengajak Izrael menginap di rumahnya. Di rumah Nabi Idris, keduanya
asyik beribadah, mereka tidak banyak bicara melainkan terus beribadah.
Ketika tiba waktu makan, Nabi Idris mempersilahkan tamunya makan. Tamunya menolak.
“Silahkan tuan makan
sendiri, saya ingin melanjutkan ibadah saya kepada Allah,” jawabnya.
Setelah makan nabi Idris
melanjutkan ibadah bersama tamunya sampai tiba waktu tidur.
“Silahkan tuan tidur
disini,” Nabi Idris menunjukkan tempat tidur tamu.
“Silahkan tuan tidur dulu, saya masih
ingin melanjutkan ibadah saya,” jawab sang tamu, tanpa menunjukkan rasa
lelah.
Keesokan harinya,
kejadian yang sama berulang. Nabi Idris sangat heran,, siapakah sebenarnya tamu
ini, kenapa tamu aneh ini tidak mau makan dan tidur? Dengan hati-hati Nabi
Idris menanyakan hal itu kepada tamunya.
“Saya adalah Izrael,
Malaikat pencabut nyawa,” kata sang tamu.
Nabi Idris sangat kaget.“Jadi,
engkau datang untuk mencabut nyawa saya?” tanya Nabi Idris.
Izrael menggeleng, lalu
menjelaskan keinginannya untuk mengenal Nabi Idris lebih jauh. Barulah Nabi
Idris sadar, memang begitulah kehidupan malaikat. Dan para Malaikat memang suka
mendekati orang-orang yang beriman. Bila orang beriman sedang shalat, berdoa,
atau melakukan amal saleh, banyak malaikat yang mengerumuninya.
“Sebenarnya
saya ingin merasakan bagaimana rasanya jika nyawa seseorang sedang di
cabut,” ujar
Nabi Idris tiba-tiba.
“Permintaan tuan aneh sekali,” kata
Izrael.Selama ini manusia justru takut nyawanya
akan dicabut.
Idris menjelaskan kepada
Izrael bahwa pengalamannya akan menjadi bekal dalam berdakwah. Dengan izin
Allah, Malaikat Izrael melakukan apa yang diminta Nabi Idris. Dicabutnya nyawa
Nabi Idris, lalu segera dikembalikan lagi.
“Saya tidak merasakan
apa-apa,” kata Idris setelah bangun dari kematiannya
“Karena saya melakukannya dengan lembut.
Begitulah yang selalu saya lakukan terhadap orang-orang beriman” kata
Izrael.
“Bagaimana dengan orang yang tidak
beriman? Tanya Nabi Idris penasaran.
“Oh, mereka akan merasakan luar biasa
kesakitan waktu nyawa mereka dicabut,” kata Izrael.
Nabi Idris ingin
mendengarnya. Terlebih waktu Izrael mengatakan, “rasa sakit itu akan
dirasakan simati sampai hari kiamat. Nabi Idris tidak mampu membayangkan betapa
sakitnya. Sakit sehari saja rasanya sudah tidak tahan, apalagi kalau harus
menanggungnya hingga ratusan tahun sambil menunggu waktu kiamat tiba. Sebaliknya orang yang
beriman akan merasakan kebahagiaan. Setelah mati, mereka akan menikmati hasil
setiap amal saleh mereka di dunia,” tutur Izrael menjelaskan.
Malaikat Izrael dan Nabi
Idris setiap harinya beribadah bersama-sama, Suatu kali, Nabi Idris
mengajukan permintaan.
“Bisakah engkau membawa saya melihat surga dan
neraka?”
“Wahai Nabi Allah,
lagi-lagi permintaanmu aneh,” kata Izrael.
Setelah Malaikat Izrael
memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya.
“Ya Nabi Allah, mengapa
ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun takut melihatnya,” kata
Izrael.
“Terus terang, saya takut sekali kepada
Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah
melihatnya,” Nabi Idris menjelaskan alasannya.
Baru sampai ke dekat
neraka,Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga neraka adalah Malaikat yang sangat
menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah
semasa hidupnya. Nabi Idris tidak mampu menyaksikan berbaai siksaan yang
mengerikan itu. Api neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan,
tak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini.
Dengan tubuh lemas Nabi
Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian Izrael membawa Nabi
Idris ke surga.
“Assalamu’alaikum…” kata
Izrael kepada Malaikat Ridwan, Malaikat penjaga pintu surga yang sangat
tampan.
Wajah Malaikat Ridwan
selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Siapapun akan senang memandangnya.
Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga
untuk memasuki tempat yang mulia itu.
Waktu melihat isi surga,
Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya
begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau tanpa bisa berkata-kata
melihat pemandangan sangat indah di depannya.
“Subhanallah, Subhanallah,
Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang.
Nabi Idris melihat
sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat
pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana
pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya
segar, ranum dan harum.
Lalu Idris as berkata,
“Wahai saudaraku,
Malakul Maut, saya telah merasakan pahitnya Maut, dan saya telah melihat
kedahsyatan api Neraka, maka maukah Tuan memohonkan kepada Allah agar Ia
mengijinkan saya memasuki Surga untuk dapat meminum airnya guna
menghilangkan rasa sakit dari Maut dan kedahsyatan api Neraka?”.
Maka Malaikat Maut pun
memohonkan permintaan Nabi Idris as kepada Allah swt, kemudian Allah Ta’ala
mengijinkan kepada Nabi Idris as melalui Malaikat Maut, untuk memasuki Surga
barang sejenak dan agar keluar lagi dari Surga tersebut.
Waktu berkeliling di sana,
Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik
jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan
berbicara dengan sopan.
Kemudian Nabi Idris pun
masuk kedalam Surga. Idris as meletakkan sandalnya dibawah salah satu pepohonan
Surga, kemudian menuju suatu mata air untuk meminum airnya.
Setelah puas melihat
surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia
tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan
surga Allah.
Setelah Idris as berada
diluar Surga, ia berkata kepada Malaikat Maut,
·“Wahai Malakul Maut,
saya telah meninggalkan sandal saya di dalam Surga!”
Malaikat Maut pun
menjawab,
·“Kembalilah ya Tuanku ke
dalam Surga dan ambil kembali sandal Tuan!”.
Maka masuklah Nabi Idris
kembali ke dalam Surga, namun Idris as tidak keluar lagi, sehingga Malaikat
Maut pun berteriak,
·“Ya Tuanku Idris,
keluarlah anda segera dari Surga itu!!”.
Nabi Idris menjawab:
·“Saya tidak mau keluar
dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,”
Malaikat Maut kembali
berkaata:
·“Tuan boleh tinggal di
sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah di hisab oleh Allah, baru
tuan bisa menghuni surga bersama paraNabi dan orang yang beriman lainnya,”
Nabi Idris pun menjawab
dari dalam Surga,
·“Tidak ya Malakul Maut,
karena Allah Ta’ala telah berfirman (QS. Ali Imran : 185):tiap-tiap yang
berjiwa akan merasakan mati
Idris
membela,
·“sedang saya telah
merasakan mati (maut) tersebut”.
·Dan Allah berfirman (QS. Maryam : 71):
mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan
dikeluarkan daripadanya (Surga).
Idris pun membela lagi,
“sekali-kali saya tidak
akan dikeluarkan daripadanya, yaitu Surga ini”.
Sungguh Allah itu
Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Maka Allah lalu memberi wahyu kepada
Malaikat Maut, “biarkanlah Idris, karena Aku telah menetapkan di Azali, bahwa
Idris akan bertempat tinggal di dalam Surga-Ku”.Waktu diangkat ke tempat
itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.
Pada saat Nabi Muhammad sedang
melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Idris. “Siapa orang ini? Tanya Nabi Muhammad
kepada Jibril yang mendampinginya waktu itu.
“Inilah Idris,”jawab Jibril. Nabi
Muhammad mendapat penjelasan Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an Surat
Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta Surat Maryam ayat 56 dan 57.
Firman Allah dalam Surat Al-Anbiya
ayat 85 dan 86:
85. dan (ingatlah kisah)
Ismail, Idris dan Dzulkifli. semua mereka Termasuk orang-orang yang sabar. 86.
Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat kami. Sesungguhnya mereka Termasuk
orang-orang yang saleh.
Firman Allah Surat Maryam 56-57
56. dan Ceritakanlah (hai
Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran.
Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi. 57.
dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.
Sumber: As Sab’iyyaatu fil
Mawaa’idhil Barriyyaat karya Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdurrahmaan Al
Hamdaany