Sabtu, 26 Oktober 2013

Bagaimana Guru Mengatasi Kegaduhan siswa di Kelas?

Oleh: Munauwaroh S.Psi
Alumni Fakultas Psikologi UIN Malang
Mahasiswi Pascasarjana Bimbingan Konseling Universitas Negeri Malang

Kegaduhan di kelas, keributan dan kebisingan yang dilakukan oleh murid-murid di kelas sudah bukan hal yang baru lagi dalam kegiatan belajar di kelas. Kegaduhan murid di kelas bisa disebabkan oleh murid ataupun dari pihak guru sendiri. Untuk itu diperlukan evaluasi dari kedua belah pihak. Penyebab dari pihak murid, biasanya adalah ada teman yang mengajak bicara dan murid sulit menolak karena tidak enak hati atau pembicaraan dengan teman lebih menarik daripada materi pelajaran yang diajarkan, atau karena gurunya tidak ada di kelas sehingga murid merasa bebas untuk berekspresi dengan berbuat gaduh. Namun hal yang sering tidak disadari oleh guru mengenai penyebab mereka melakukan kegaduhan adalah murid merasa proses pembelajaran kurang menarik, materi yang sulit dipahami dan dimengerti, cara berkomunikasi  guru yang monoton, media pembelajaran tidak sesuai, penjelasan materi yang kurang menginspirasi murid, sehingga murid menjadi bosan dan tidak memperhatikan guru dan pelajaran.
Hal utama yang ditekankan dalam menangani murid yang gaduh di kelas adalah hindari menggunakan emosi berupa marah-marah, membentak, berteriak, memukul papan tulis atau meja. Mengapa perlu dihindari? Karena metode diatas hanya mampu membuat diam untuk sesaat saja, hal ini akan diulangi seterusnya bahkan metode amarah bisa jadi menambah kegaduhan semakin menjadi-jadi dan justru membuat suasanan kelas kurang nyaman untuk belajar dan tidak kondusif, murid-muridpun belajar dalam kondisi tegang, padahal kondisi belajar dalam ketegangan atau ketakutan mempersulit aktivitas dan kerja otak dalam berpikir dam menyerap materi pelajaran.
Mengatasi murid yang gaduh seperti ini sebaiknya dipersepsikan sebagai tantangan, jika guru berhasil mengatasi tantangan, maka akan menjadi kebahagiaan tersendiri dan semakin membuat guru lebih dewasa dan berpengalaman. 
Hal-hal dibawah ini bisa menjadi tips untuk diterapkan jika anda mengalami situasi penuh kegaduhan.

  1. Buatlah aturan dan perjanjian diawal perkenalan kelas. Berikan konsekuensi atas sebuah kesalahan. Misalnya jika ada anak yang ribut maka minta mereka menghafal pelajaran sambil berdiri di depan kelas. Beri hukuman yang mendidik. Hindari hukuman secara fisik.
  2. Jangan menggunakan suara “sssssssshhhhhhhhhh….!” Saat mendiamkan murid. Tapi lakukanlah suatu tepukan mirip dengan tepukan ala pramuka. Saat mata murid mulai menoleh, tersenyumlah sembari mengajak mereka mengikuti irama tepukan.
  3. Lakukan permainan sapaan Hai atau Halo, saat kegaduhan terjadi katakan “hai…!” ajarkan mereka untuk menjawab “Halo ..”. Dengan demikian perhatian mereka akan tertuju pada anda. Hai atau Halo bisa diganti dengan kata-kata popular seperti “jamaah…” suruh murid menjawab “Alhamdulillah…”. Atau kata-kata popular yang sedang trend saat ini. Karena hal itu akan berhasil mencuri perhatian murid. Hal ini juga bisa dilakukan saat ada murid yang mengantuk atau bosan dikelas.
  4. Aturlah tempat duduk murid. Murid yang membuat kegaduhan jangan dikelompokkan lagi dengan teman yang lainnya, tempatkan murid yang gaduh tersebut pada posisi depan sehingga mudah di pantau oleh guru jika dia berbuat keributan lagi. Selain itu atur posisi tempat duduk selang-seling, artinya tempat duduk pertama dari depan diisi oleh murid laki-laki, tempat duduk kedua ditempati murid perempuan, begitu dan seterusnya agar mereka enggan membuat gaduh lagi. Dalam pengaturan berkelompok maka harus ada pencampuran antara murid yang gaduh dan tidak sehingga anak yang tidak gaduh bisa mengingatkan murid lain yang gaduh. 
  5. Baca Selengkapnya Klik Disini: Koran Pendidikan 

Senin, 21 Oktober 2013

Tips meningkatkan kinerja konselor (Mengatasi Burnout)

Tips mengatasi Burnout Konselor 
Burnout adalah terkurasnya kondisi jasmani atau rohani seseorang, sehingga tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Masalah (burnoutini bisa berakibat tidak produktifnya konselor jika tidak cepat diatasi. 
Salah satu cara yang bisa dilakukan konselor untuk mengatasi burnout adalah dengan mengubah lingkungannya (Wilkerson & Bellini, 2006). Sebagai contoh, konselor bisa melakukan penataan ulang terhadap perabot di tempat kerjanya, merapikan kembali arsip-arsip dengan cara membuang arsip yang sudah tidak terpakai dan membuat arsip baru, menulis untuk menuangkan ide-ide dan melakukan diskusi dengan teman-teman seprofesi.
Konselor yang tidak produktif akan sulit menjaga efektivitasnya sebagai seorang konselor. Di lingkungan kerja dia akan banyak berbenturan dengan pelaksanaan tugas yang terbengkalai dan buruknya kinerja. Hal ini tentu saja tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga merugikan konseli dan rekan kerja disekitarnya. Kerugian pada diri sendiri meliputi terhambatnya proses pengembangan diri, berkurangnya kepercayaan dari orang lain hingga menurunnya harga diri. Sedangkan pada konseli akan berakibat pada tidak terlayaninya konseli dengan baik sehingga menjadikan kegagalan dalam mengentaskan konseli dari permasalahan. Orang disekitarnya juga akan menghadapi kerugian karena ketidakefektivan konselor. Kinerja yang buruk dari konselor akan berakibat pada buruknya kerjasama antara konselor dengan rekan sekerja.
Melihat hal negative yang dimunculkan dari burnout, tampaknya konselor perlu menyikapi secara serius apabila mulai menengarai kemunculan burnout pada dirinya. Penting bagi konselor untuk berfikir dan melakukan tindakan tentang bagaimana dia menangani masalah yang dimunculkan oleh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang berakibat pada terjadinya burnout.
Gladding (2012), menyampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan konselor untuk mengurangi atau menghindari burnout, yaitu: (a) Menjalin hubungan dengan individu yang sehat jasmani dan rohani; (b) Bekerjasama dengan sejawat dan organisasi yang memiliki komitmen dan misi yang jelas; (c) Menggunakan teori-teori konseling yang ada; (d) Melakukan latihan mengusir stress; (e) Mengubah hal-hal di lingkungan sekitar yang sekiranya dapat menimbulkan stress; (f) Melakukan penilaian diri (mengidentifikasi hal apa saja yang dapat menimbulkan stres dan apa yang membuat rileks); (g) Secara berkala memeriksa dan mengklarifikasi peranan, tuntutan, keyakinan konseling (seperti bekerja lebih cerdas disbanding lebih lama); (h) Mengikuti terapi personal; (i) Menyediakan waktu luang dan pribadi (misalnya, gaya hidup seimbang); (j) Menjaga sikap dan mengambil jarak ketika bekerja dengan klien; (k) Mempertahankan sikap berpengharapan
Cara-cara yang disampaikan Glading di atas bisa dipilih konselor mana yang sekiranya memungkinkan untuk dilakukan. Konselor perlu membuat daftar dari cara yang teringan hingga yang paling berat yang bisa dilakukan. Jika beberapa cara sudah cukup membuat konselor kembali bisa produktif maka konselor bisa menghentikan dan selanjutnya bisa memulai kerja dengan perasaan dan semangat baru.
Artikel ini pernah dimuat di koran pendidikan Kamis 10 Oktober 2013

TIPS MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAYA INGAT SISWA BK

TIPS MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAYA INGAT SISWA
Oleh, Munauwaroh, S.Psi.
Alumni fakultas psikologi UIN Malang
Mahasiswa S2 Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang
Kemampuan daya ingat sangat penting bagi siswa, apalagi jika berhadapan dengan ujian, maka ingatan pelajaran adalah hal pokok, maka berikut ada beberapa hal yang bisa membantu siswa untuk mengingat dengan mudah dan menjadi aktivitas yang menyenangkan.
1.       Relaksasi adalah salah satu kunci untuk meningkatkan daya ingat. Bawa diri dalam keaadaan yang santai dan nyaman tidak dalam paksaan. Lalu tarik nafas dalam sembari memejamkan mata, buka mata perlahan dan hembuskan.
2.       Beri warna yang berbeda pada point-point penting di buku bacaan atau buku tulis, bias dengan spidol atau stabile. Warna  memudahkan siswa dalam membaca cepat dan mengingat letak suatu materi.
3.       Beri tanda-tanda atau symbol dapat membantu anak mengingat pelajaran. Biarkan anak berkreativitas di bukunya misalkan pelajaran IPA, ijinkan anak menggambar di buku catatannya tentang proses metamorphosis ulat menjadi kupu-kupu, atau proses fotosintesis tumbuhan dibantu matahari.
4.       Ajak siswa membuat rangkuman berupa “mind mapping”. Memetakan suatu materi pelajaran agar menudahkan siswa mengingat point-point penting dari pelajaran. “mind mapping” adalah suatu yang ringkas focus pada inti dan tidak berbelit-belit dan mudah diingat karena lebih simple.

5.       Membuat singkatan. Misal anak mau mengingat nama-nama hewan vertebrata seperti buaya, ular, penyu bisa disingkat menjadi BUP.
Baca Selengkapnya Klik di Koran Pendidikan

Tips Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Artikel ini pernah dimuat di koran pendidikan 
RABU, 2 OKTOBER 2013
Oleh Munauwaroh S.Psi
Alumni Fakultas Psikologi UIN Malang
Mahasiswi Pascasarjana Prodi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Malang
Konsentrasi belajar siswa kadang naik dan turun, biasanya penyebab turunnya konsentrasi dikarenakan terlalu lelah, bosan, kesehatan menurun, lingkungan yang berisik, maupun stress.
Duduk tegap, ajarkan siswa untuk duduk dengan tegap. Karena posisi duduk yang baik membantu fokus dalam belajar dan menghindari mengantuk di kelas.
Gunakan kondisi Alfa, yaitu dalam kondisi santai tapi tetap waspada. Caranya adalah siswa disuruh duduk tegap, kemudian memejamkan mata sejenak sembari menarik nafas dalam-dalam kemudian dikeluarkan. Keheningan diperlukan saat siswa memejamkan mata, suruh siswa memikirkan tempat yang bisa membuat santai dan damai. Saat membuka mata, maka otak dan mata segar sehingga memudahkan menyerap pelajaran.
Saat memejamkan mata, suruh anak melepas segala macam masalah yang dihadapi untuk sementara. Katakana untuk sebentar saja melepas dan meninggalkan masalahnya. Jangan difikirkan atau dihiraukan sebentar saja. Dan katakan, rasakan bahwa melepaskan beban sejenak itu saat segar dan nyaman rasanya. Saat anak membuka mata maka anak menjadi lebih terbuka pikirannya saat menerima pelajaran.
Menggunakan iringan musik instrumental seperti Mozart, kitaro atau musik klasik mampu merangsang jalur saraf yang penting untuk kognisi karena musik ini mempengaruhi pikiran tak sadar, merangsang reseptivitas dan persepsi. Namun belajar dikelas dengan iringan music ini jarang sekali diterapkan di sekolah-sekolah formal di Indonesia. Music mampu membawa ingatan mengenai apa yang dipejari saat mendengarkan music itu. Contoh sederhana saat anda mendengar music dengan alunan sedih mengingatkan anda akan kejadian masalalu dimana andamengalami pengalaman pahit saat menjalani sutau hubungan.
Suasana hati yang nyaman dan damai, perlu bagi siswa untuk menghindari tekanan-tekanan bathin yang menyebabkan resah dan akhirnya sulit berkonsentrasi.
Sesekali ajak siswa belajar di taman sekolah, dengan melihat pemandangan serba hijau mampu menjernihkan mata anak dan membentu fokus belajar.
Ijinkan anak membasuh muka dengan air, tangan, telinga rambut, kelapa, mirip dengan berwudu. Air yang segar berisi kandungan co2. Air yang meresap mambantu menyegarkan mata, kepala dan menjernihkan pikiran siswa. air membantu anak untuk rileks karena bagian tubuh yang tersentuh air seperti mengalami relaksasi dan pijatan-pijatan ringan dari air itu sendiri.

Bagaimana menghadapi anak kidal secara positif?

Sebelumnya saya ingin menulis menggunakan istilah penanganan anak kidal. Sebenarnya saya pribadi kurang setuju dengan istilah penanganan anak kidal, penanganan cenderung mengarah bahwa ada yang perlu ditangani dari anak kidal. Padahal anak kidal menurut saya bukanlah suatu kesalahan anak itu, bukan pula kekurangan, akan tetapi suatu kelebihan yang tidak dimiliki anak lainnya. Kemampuan anak kidal terletak pada perkembangan otak kanannya yang lebih baik dibanding otak kirinya. Disini saya menyebut anak kidal bukan ada maksud untuk memberi julukan atau labelling tapi untuk memudahkan dalam penjelasan secara umum.  
Kemampuan anak kidal menggunakan tangan kiri berkaitan dengan fungsi otak kanan dan otak kiri yang sudah terprogram sejak anak berada dalam kandungan. Otak kiri berfungsi untuk mengatur kemampuan berbahasa, berbicara, membaca, menulis dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tata bahasa. Otak kanan berfungsi untuk kemampuan kreativitas dan persepsi, pengenalan dimensi ruang dan situasi, kewaspadaan, serta perhatian dan konsentrasi. Biasa dikenal dengan kemampuan matematik.
13 Agustus bulan kemarin ditetapkan sebagai hari tangan kidal internasional. Anak kidal ini memang tidak banyak populasinya, namun minoritas bukan untuk mengucilkan anak kidal, karena kecenderungan menggunakan tangan kanan atau tangan kirinya semua tergantung dari dominasi otaknya.
Bagaimana jika kita dihadapkan dengan anak ini? apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jika kita terus memaksakan kehendak mengubah kemampuan tangan kiri menjadi tangan kanan justru menjadikan anak semakin stres dan mengalami gangguan emosional, sehingga membuat perkembangan kemampuan anak menjadi terhambat. Memaksa anak kidal untuk menulis dengan tangan kanan bisa  membuat kekacauan besar karena otaknya harus berjuang mendirikan jalur komunikasi baru dengan tubuhnya. Pemaksaan tersebut akan berpengaruh terhadap konflik emosional dan anak menjadi tertekan bahkan teringat hingga dewasa. Jika terus dipaksa akan lebih rentan terhadap gangguan, ia menyerap informasi lebih buruk. Akibatnya, anak bisa menjadi lebih mudah marah dan peluangnya untuk sukses di sekolah berkurang.elatih anak untuk mengaktifkan tangan kanannya boleh-boleh saja. Idealnya, kita memang senantiasa menyeimbangkan kemampun otak kiri dan otak kanan kita.
Ajarkan anak untuk menggunakan tangan kanan dalam konteks sosial, mengingat kita hidup di tengah budaya tangan kanan. Misalnya, ketika bersalaman dengan tamu, memberi atau menerima sesuatu dari orang lain.
Beri pujian ketika si kecil dapat meraih atau melakukan sesuatu dengan tangan kanan.
Hindari terlalu sering menasehati anak, karena anak justru akan membentengi diri dan menolak sama sekali.
Janganlah menegur anak di depan orang lain, jika ia telanjur menggunakan tangan kiri. Beritahu setelah tidak ada orang lain.
Terangkan kepada guru anak Anda di sekolah tentang keadaan si kecil sehingga tidak ada pemaksaan untuk menulis dengan menggunakan tangan kanan. Bukankah sulit jika kita yang terbiasa menulis dengan tangan kanan diminta untuk menulis dengan tangan kiri ?
Hindari memberinya julukan, seperti si kidal, kebot, dll, karena akan berefek buruk pada konsep dirinya saat menyadari perbedaan dirinya dengan teman sebaya. Rasa malu ataupun rendah diri akan timbul yang akan mencapai puncaknya pada masa remaja.
Ajaklah anak Anda mengetahui bahwa banyak tokoh-tokoh dunia dan orang sukses yang ternyata juga kidal
Dukung anak untuk beradaptasi.Memang peralatan di sekitar kita lebih banyak didesain untuk tangan kanan seperti gunting, mouse  komputer,kamera, meja gambar, dll. Namun saat ini sudah ada toko yang menjual alat untuk digunakan oleh tangan kiri.
Yang terpenting adalah terus mengembangkan potensi positif yang dimiliki oleh anak, adalah suatu bukti tanda kasih dan penghargaan atas kemampuan dan prestasi anak, dan hal inilah yang sangat membantu anak untuk terus bersemangat dan memiliki motivasi untuk berhasil kelak. Semoga berhasil.