MAKNA ISLAMI LAGU LIR ILIR, WALI SONGO
Lir-ilir, lir-ilir
tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo…
Sayup-sayup bangun (dari tidur)
Pohon sudah mulai bersemi,
Demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,?
walaupun licin(susah) tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak(buruk) disisihkan
Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung terang rembulannya
Mumpung banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…
Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan
biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang
karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang
indah. Carrol McLaughlin, seorang profesor harpa dari Arizona University
terkagum kagum dengan tembang ini, beliau sering memainkannya. Maya Hasan,
seorang pemain Harpa dari Indonesia pernah mengatakan bahwa dia ingin mengerti
filosofi dari lagu ini. Para pemain Harpa seperti Maya Hasan (Indonesia),
Carrol McLaughlin (Kanada), Hiroko Saito (Jepang), Kellie Marie Cousineau
(Amerika Serikat), dan Lizary Rodrigues (Puerto Rico) pernah menterjemahkan
lagu ini dalam musik Jazz pada konser musik “Harp to Heart“.
Apakah makna mendalam dari tembang ini? Mari kita coba mengupas
maknanya
- Lir-ilir, Lir-ilir, Tandure
wus sumilir
Artinya : Bangunlah, bangunlah tanamannya sudah tumbuh.
>Dalam baris ini maksud dari bangunlah yang diulang dua kali adalah
menyuruh untuk segera bangun.
>Tanamannya sudah tumbuh, yang di maksud tanaman adalah agama
islam.
Jadi maksud dari bait ini adalah menyerukan kepada umat untuk segera
bangun dari keterpurukan setelah runtuhnya kerajaan Majapahit pada masa itu,
karena islam telah datang menaungi seluruh masyarakat.
Artinya : Bagaikan warna hijau yang menyegarkan.
Warna hijau disini, menggambarkan agama islam yang sering dilambangkan
dengan warna hijau, menampakkan penampilan Islam yang menyenangkan. Juga
menggambarkan tanaman yang tumbuh subur nan hijau, dimana iman yang di pelihara
dengan baik, maka akan tumbuh dengan baik seperti tanaman yang tumbuh subur dan
lebat.
Selain itu, apabila iman seseorang di kotori dengan perbuatan maksiat,
maka akan merusak iman seseorang. Sama halnya dengan tanaman yang akan rusak
bila terganggu hama, maka harus dihilangkan dengan memberikan anti hama,
seperti hati yang akan kembali bersih dengan berbagai penawar hati, misalnya ;
- Tak sengguh temanten anyar
Artinya : Bagaikan pengantin baru
Pengantin baru adalah sepasang mempelai, yang umunya sedang bahagia
menempuh hidup barunya. Kalimat ini bermaksudkan kebahagiaan seorang muslim
bagaikan kebahagiaan sepasang mempelai dalam menapaki keyakinan imannya.
- Cah angon – cah angon, Penekno
blimbing kuwi
Artinya : Anak gembala – Anak gembala, tolong panjatkan pohon
belimbing itu
>Anak gembala disini maksudnya pemimpin yang menjadi contoh bagi
pengikutnya.
>Mengapa buah belimbing?
Buah belimbing memiliki lima sisi, yang menggambarkan rukun islam dan sholat
lima waktu
Dalam sebuah hadits disebutkan :
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ
عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ
بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا
قَالَ: سَمِعْتُ
رَسُوْلَ اللهِ صلى الله
وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى
خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً
رَسُوْلُ اللهِ و إِقَامُ الصَّلاَةِ
وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ
رَمَضَانَ
Artinya : Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob
radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada
Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah,
menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.
(Riwayat Turmuzi dan Muslim)
Jadi yang dimaksud syair ini, bahwa seorang pemimpin haruslah menjadi
contoh yang baik untuk pengikutnya, yaitu dengan menjalankan rukun islam dan
sholat lima waktu
>Anak gembala juga dapat diartikan sebagai diri kita, dimana
penggembala pasti memiliki gembalaan, dan bagi manusia gembalaannya adalah
nafsunya. Diharapkan manusia dapat menggembalakan nafsunya dengan baik, agar
tidak merusak dan melanggar aturanNYA sehingga merusak imannya.
Artinya : meskipun licin, tetap panjatlah
>Baris ini berhubungan dengan baris sebelumnya (panjatlah pohon
belimbing itu). Licin dalam baris ini adalah penghambat bagi si pemanjat (cah
angon), yang apabila tidak berhati-hati dan bersungguh-sunggu maka akan mudah
tergelincir. Sama halnya dalam perintah agama, apabila tidak berhati-hati dari
maksiat bisa tergelincir ke dalam lubang dosa. Analogi ini seperti jalan turun
yang lebih mudah di bandingkan jalan naik, untuk memanjat dan mendapatkan buah
belimbing akan mendapat banyak halangan, tidak seperti jalan turun yang lebih
mudah. Analogi tersebut menggambarkan jalan untuk mendapatkan buah syurga
memang tidak mudah, semudah jalan turun ke neraka, namun cah angon yang mau
berusaha dengan sebaik-baiknya maka akan mendapatkan kebahagiaan abadi.
Artinya : Untuk membasuh kain dodot
>Dodot adalah semacam kain kebesaran jaman dahulu yang di gunakan
pada acara-acara keratin dan menurut orang jawa, pakaian adalah lambing agama.
Pohon belimbing mengandung kadar keasaman yang pada zaman dahulu sering di
gunakan untuk merawat kain batik agar tidak mudah rusak dan awet. Dengan maksud
lain, islam adalah pembersih hati dan mensucikan kepercayaan manusia dengan
rukun islam yang dituntunkan oleh ALLAH.
- Dodotiro – dodotiro, Kumitir
bedah ing pinggir
Artinya : Kain dodotmu – kain dodotmu, telah rusak dan robek
>Telah disebutkan sebelumnya, dodot adalah kain dan pakaian
merupakan lambang agama. >Dalam hal ini dilambangkan kain dodot yang telah
rusak dan robek. Karena kemajuan zaman yang menyebabkan kemerosotan moral
manusia, maka rusaklah agama dan akhlaq manusia seperti robeknya kain dodot
tersebut.
Sumber lain menyebutkan, kumitir artinya kain yang tertiup angin dan
terlihat sobek dipinggirannya. Zaman dahulu ketika raja-raja telah memeluk
agama islam, masyarakat pinggiran belum terlalu mengerti islam, masih bercampur
dengan kebiasaan nenek moyang yang menganut hindu jawa. Jadi pinggiran kain
dodot yang robek disini maksudnya adalah para masyarakat pinggiran yang belum
terlalu memahami islam, inilah tugas besar yang diemban oleh para pemimpin.
- Dondomana jlumatana, Kanggo
seba mengko sore.
Artinya : Jahitlah, tisiklah untuk menghadap nanti sore
>Masih berhubungan dengan baris sebelumnya, bahwa Sunan Kalijaga
memerintahkan untuk menjahit kain dodot yang robek. Masih seperti di atas, kain
dodot maksudnya adalah agama maka maksud perintah Sunan Kalijaga adalah untuk
memperbaiki agama.
>Makna untuk menghadap nanti sore, ‘nanti sore’ maksudnya waktu
senja yaitu akhir perjalanan hidup, atau menjelang ajal.
Jadi maksud baris ini, diperintahkan kepada manusia untuk memperbaiki
agamanya dari berbagai macam maksiat untuk mempersiapkan diri ketika menghadap
Illahi nanti.
- Mumpung padang rembulane, Mumpung
jembar kalangane,
Artinya : Selagi masih terang bulannya, selagi masih luas lapangannya
>Terang bulan jelas ada saat malam hari. Tanpa bulan, malam hari
akan gelap gulita dan tidak dapat membedakan yang hak dan yang bathil,
disinilah maksud sinar bulan adalah agama Islam yang menerangi kegelapan,
sehingga dengan sinar bulan (Agama Islam) manusia akan dapat membedakan yang
baik dan yang buruk.
>Selagi masih luas lapangannya, maksudnya selagi masih ada waktu
untuk memperbaiki.
Sehingga bila digabungkan, Agama Islam telah memberikan tuntunan
kepada kita didunia, maka manfaatkanlah waktu yang diberikan untuk menjadi
muslim yang sebaik-baiknya sebelum waktu kita didunia habis.
Artinya : ya, bersoraklah, berteriak-lah iya
Baris terakhir ini merupakan ajakan untuk bersorak bahagia.
Berbahagialah bagi orang yang mampu menjaga agamanya dengan baik. Berbahagialah
bagi ‘cah angon’ yang mampu memanjat hingga mendapatkan buahnya (surga), sambut
seruan Islam dengan bahagia.
Di dalam Al qur’an surat Al Anfaal ayat 24 disebutkan :
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul
apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu ….
Lagu ini menyimpan makna dan pelajaran yang sangat bermanfaat bagi
kehidupan.
Bila disimpulkan menjadi satu bagian, Lagu Lir ilir menggambarkan bahwa
kala itu Islam baru saja berkembang di pulau jawa khusunya. Dimana kerajaan
majapahit baru saja runtuh dan masyarakat masih didominasi oleh agama nenek
moyang, yaitu hindu jawa.
Agama Islam digambarkan dengan tanaman yang berwarna hijau,
menampakkan penampilan Islam yang menyenangkan, dan bagi seorang muslim
patutlah berbahagia seperti bahagianya sepasang pengantin baru.
Lagu ini menganalogikan seorang penggembala (cah angon) mewakilkan
makna diri kita yang memiliki gembalaan nafsu, diharapkan manusia dapat
menggembalakan nafsu dengan baik. Cah angon juga diartikan sebagai pemimpin
yang menjadi contoh para pengikutnya, diharapkan seorang pemimpin mengamalkan
rukun islam sehingga akan menjadi contoh yang baik bagi pengikutnya, rukun
islam dilambangkan dalam buah belimbing yang memiliki lima sisi.
Dalam mempertahankan iman tidaklah mudah, pasti ada rintangan dalam
menjaga keimanan. Karena jalan menuju neraka memang lebih mudah di banding
menuju syurga. Seperti analogi dalam lagu ini, perintah untuk memanjat pohon
meskipun susah mencapai buahnya (surga).
Selanjutnya analogi dalam kain dodot, yang merupakan pakaian kebesaran
di kraton. Menurut orang jawa pakaian adalah lambang agama yang biasanya
dirawat dengan mencucinya menggunakan buah belimbing. Seperti halnya agama yang
harus dipelihara dan dirawat keimanannya. Kain dodot yang telah rusak dan robek
diga,barkan seperti telah merosotnya iman seseorang, sehingga merusak
keimanannya, maka kain ini harus di jahit dan diperbaiki. Keimanan harus
kembali diperbaiki untuk menghadap Illahi pada akhir hayat nanti. Selagi masih
ada waktu dan kesempatan dan waktu. Dan berbahagialah bagi para muslim yang
memelihara keimanannya.
KESIMPULAN
Bait
pertama menggambarkan mulai bangkitnya islam
Bait kedua perintah menjalankan rukun islam dan
perintah-perintahNYA
Bait ketiga yaitu anjuran untuk bertaubat dari segala maksiat
yang diperbuat
Bait keempat adanya hasil baik yang didapat bila mau berusaha
dengan baik.