Kamis, 28 November 2013

Agar minat belajar siswa meningkat

Istilah penjurusan pada kurikulum 2013 berganti menjadi peminatan. Peminatan menambahkan unsur minat pada penempatan siswa disamping melihat kemampuan akademis siswa, bidang apa yang diminati menjadi bahan untuk dipertimbangkan.
Ada beberapa penyebab siswa tidak ditempatkan di jurusan yang diminatinya seperti nilai yang kurang mendukung siswa untuk mendalami ilmu tertentu, kurangnya fasilitas pendukung, kapasitas kelas yang tidak mencukupi, kurangnya guru ahli, tidak diterima di jurusan yang diminati sehingga terpaksa menjalani jurusan yang menerima kemampuannya, bahkan ada pula karena orangtua yang menginginkan anaknya memasuki jurusan tertentu padahal anak tidak berminat.
Minat seseorang terhadap sesuatu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari diri siswa maupun situasi lingkungannya. Minat merupakan fenomena psikis yang tidak dapat dipaksakan, namun hal ini dapat ditumbuhkan. Hal-hal berikut diharapkan dapat membantu menumbuhkan minat siswa.
Hal pertama dalam menumbuhkan minat siswa untuk belajar adalah keterampilan teknik belajar, guru sebagai pengajar tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran dan menjadi guru yang menyenangkan dan menarik, namun guru harus membantu siswa untuk aktif belajar dengan memberi keterampilan mengenai teknik-teknik belajar, cara membaca cepat, teknik merangkum, tips mengingat rumus dst.
Hal kedua. Menumbuhkan Kebutuhan akan belajar. Selain itu siswa perlu diberi kesadaran akan pentingnya belajar. Alasan-alasan logis hingga siswa merasa belajar adalah suatu kebutuhan diri untuk mencapai cita-citanya, harapannya, dan bahwa belajar adalah langkah pertama untuk memulai suatu kesuksesan. 
Baca selengkapnya klik disini

Kelemahan dan Kelebihan Belajar Kelompok


Belajar kelompok adalah pembelajaran kooperatif yang memiliki manfaat sangat besar dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih mengembangkan kemampuannya dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dikarenakan dalam kegiatan pembelajaran kooperatif, siswa dituntut untuk aktif dalam belajar melalui kegiatan kerjasama dalam kelompok.
Kelemahannya belajar kelompok:
Bisa menjadi tempat mengobrol. Sebaiknya belajar kelompok tidak lebih dari tujuh siswa, karena jika terlalu banyak maka kecenderungan negative yang timbul seperti mengobrol sehingga focus pada belajar terganggu. Mengobrol atau bergosip membuat waktu berlalu begitu saja sehingga tujuan untuk belajar menjadi sia-sia.
Sering terjadi debat sepele. Debat sepele ini sering terjadi di dalam kelompok. Debat sepele ini sering berkepanjangan sehingga membuang waktu percuma. Untuk itu, dalam belajar kelompok harus dibuatkan agenda acara.
Bisa terjadi kesalahan kelompok. Jika ada satu anggota kelompok menjelaskan suatu konsep dan yang lain percaya sepenuhnya konsep itu, dan ternyata konsep itu salah, maka semua anggota kelompok berbuat salah.
Kelebihan belajar kelompok:Selengkapnya klik disini

Sabtu, 09 November 2013

Mengatasi Rasa Putus Asa siswa dalam Belajar

Sering  dijumpai siswa di masa kini menghadapi mata pelajaran yang terasa sulit bagi siswa, misalnya saja pelajaran matematika atau bahasa asing. Kesulitan belajar merupakan suatu keadaan dalam proses belajar mengajar dimana siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya dengan gejala yang tampak dalam berbagai bentuk perilaku, baik secara langsung maupun tidak langsung. Siswa yang mengalami kesulitan belajar cenderung memiliki tingkat keputusasaan yang tinggi dalam mempelajari pelajaran tertentu. Putus asa adalah sikap menyerah. Secara mental rapuh dan cenderung kurang rasional. Rasa putus asa muncul dikarenakan siswa merasa sama sekali tidak ada harapan. Patah semangat. Merasa tidak ada solusi lagi. Semua jalan dianggap jalan buntu. Usaha dirasa sulit dan sia-sia. Perlu adanya bimbingan dan konseling bagi pemecahan masalah putus asa ini. Jika tidak segera ditangani maka sangat berpengaruh pada psikis siswa dan berpengaruh pada prestasi belajarnya.
Sebab-sebab siswa mudah putus asa diantaranya sebagai berikut :
Pertama. Pendidikan masa kecil yang terlalu dimanja. Anak yang terlalu dimanja saat kecil dan remaja bisa membuat anak rapuh dan tidak kuat bila suatu saat menghadapi sedikit rintangan dalam hidupnya. ia sudah terbiasa hidup enak dan dilayani sehingga kurang punya kreativitas bisa menemui kesulitan. Kedua. Pernah gagal. Kegagalan masa lalu ini bisa menjadi penyebab seseorang untuk putus asa. Namun hal ini bisa diatasi dengan selalu menanamkan pikiran positif dalam dirinya. Ketiga. Kurang bersyukur. Setiap anak punya keunikan dan kelebihan. namun anak terkadang belum mapu melihat keistimewaan itu. Sehingga yang dilihat hanyalah kekurangan semata. Keempat. Keadaan lingkungan. Keadaan lingkungan seringkali mempengaruhi semangat anak dalam belajar, namun yang terpenting adalah bagaimana usahanya dalam mencapai keberhasilan.
Penanganan bagi siswa yang mengalami rasa putus asa dalam belajar yaitu:
1.      Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan perlu dilakukan misal pada anak yang mengalami masalah kesehatan mata, dan belum pernah diperiksa. Ternyata diketahui bahwa penyebab selama ini anak pusing dan berkunang-kunang saat membaca buku adalah mata yang kelelahan dan kurang sehat tetapi belum ditangani. Jika fisik sudah ditangani maka perlu adanya penanganan terhadap psikis anak.
2.      Belajar bersyukur. Mengingatkan anak untuk bersyukur untuk hal-hal yang dapat membantu dalam belajar sangatlah perlu. Dengan menyukuri apa yang dimiliki seperti tangan, mata, buku, jika dibandingkan mereka yang tidak memiliki tangan untuk menulis, mata untuk membaca, kemampuan orang tua untuk menyekolahkan. Bersyukur ditunjukkan dengan mengindari berkeluh kesah yang berlebihan. Jika memang ada masalah maka bisa di ceritakan kepada orangtua, konselor maupun teman dekat untuk meringankan beban mental. 

SELENGKAPNYA
Klik: Koran pendidikan mengatasi rasa putus asa dalam belajar

Rabu, 06 November 2013

Tips menangani ketakutan siswa oleh guru bk



Tips menangani ketakutan siswa oleh guru bk
Oleh: Munauwaroh S.Psi

Ketakutan adalah suatu reaksi atau tanggapan emosi terhadap sesuatu yang dianggap bisa mengancam psikis maupun fisik. Pada umumnya ketakukan terkait akan kondisi yang tidak diharapkan dan hal yang belum tentu terjadi.
Pada siswa sendiri, masalah ketakutan yang sering terjadi adalah pada saat mengerjakan ujian, menunggu hasil nilai, ketakutan akan mata pelajaran tertentu, takut saat maju di depan teman kelas, takut salah, takut jadi bahan tertawaan teman atau jadi bahan ejekan teman, bahkan takut dimarahi guru.
Rasa takut adalah reaksi yang wajar, namun jika sudah menjadi ketakutan justru hal ini tidak baik bagi kondisi psikis siswa. Perlunya sikap berani melakukan hal baik perlu dibiasakan bagi siswa. Siapa yang mampu menumbuhkan sikap berani dan bukan penakut pada diri siswa bukan hanya konselor di sekolah. Namun juga perlu dukungan dari diri siswa itu sendiri, guru kelas dan orangtua siswa.
Adanya keinginan untuk berani. Tugas konselor bisa berupa melakukan konseling pada siswa, hal apa yang ditakuti siswa perlu digali, apa penyebabnya, dan bagaimana solusinya. Perlu ada keinginan dari siswa bahwa ia memiliki keinginan menjadi anak yang berani dalam hal positif.
Berpikir positif. Pola pikir positif perlu di tumbuhkan pada siswa. Meyakinkan siswa bahwa hal yang ditakutkan belum tentu terjadi perlu ditegaskan. Seperti saat ujian, siswa ketakutan dan berfikir bagaimana jika nilainya buruk, apa yang harus dilakukan, bagaimana tanggapan guru dan orangtua, bagaimana jika nilai buruk diketahui siswa lain. Padahal berbagai pertanyaan dan kemungkinan ini belum tentu terjadi.
Sikap yang positif dan segera dilakukan. Sikap yang penting berani maju, menghadapi dan melakukan adalah suatu nilai positif, dibandingkan mundur sebelum berperang, masalah hasil bukan jadi soal, karena persoalan utama adalah menumbuhkan keberanian untuk maju.
Lakukan pengulangan disertai penguatan-penguatan. Misalkan pada siswa yang ketakutan maju di depan siswa lain. Katakan bahwa anda ada selalu mendukung di belakangnya atau jika ia berhasil berbicara di depan siswa lain, di depan guru-guru, maka ada hadiah menanti. namun jangan terlalu sering memberi hadiah karena hadiah ini hanya untuk memotivasi di awal saja dan menghindari ketagihan akan hadiah.
Bagaimana jika siswa melakukan kesalahan pada saat ia telah mencoba? 
BACA SELENGKAPNYA KLIK: KORAN PENDIDIKAN TIPS MENGATASI KETAKUTAN SISWA 

Sabtu, 26 Oktober 2013

Bagaimana Guru Mengatasi Kegaduhan siswa di Kelas?

Oleh: Munauwaroh S.Psi
Alumni Fakultas Psikologi UIN Malang
Mahasiswi Pascasarjana Bimbingan Konseling Universitas Negeri Malang

Kegaduhan di kelas, keributan dan kebisingan yang dilakukan oleh murid-murid di kelas sudah bukan hal yang baru lagi dalam kegiatan belajar di kelas. Kegaduhan murid di kelas bisa disebabkan oleh murid ataupun dari pihak guru sendiri. Untuk itu diperlukan evaluasi dari kedua belah pihak. Penyebab dari pihak murid, biasanya adalah ada teman yang mengajak bicara dan murid sulit menolak karena tidak enak hati atau pembicaraan dengan teman lebih menarik daripada materi pelajaran yang diajarkan, atau karena gurunya tidak ada di kelas sehingga murid merasa bebas untuk berekspresi dengan berbuat gaduh. Namun hal yang sering tidak disadari oleh guru mengenai penyebab mereka melakukan kegaduhan adalah murid merasa proses pembelajaran kurang menarik, materi yang sulit dipahami dan dimengerti, cara berkomunikasi  guru yang monoton, media pembelajaran tidak sesuai, penjelasan materi yang kurang menginspirasi murid, sehingga murid menjadi bosan dan tidak memperhatikan guru dan pelajaran.
Hal utama yang ditekankan dalam menangani murid yang gaduh di kelas adalah hindari menggunakan emosi berupa marah-marah, membentak, berteriak, memukul papan tulis atau meja. Mengapa perlu dihindari? Karena metode diatas hanya mampu membuat diam untuk sesaat saja, hal ini akan diulangi seterusnya bahkan metode amarah bisa jadi menambah kegaduhan semakin menjadi-jadi dan justru membuat suasanan kelas kurang nyaman untuk belajar dan tidak kondusif, murid-muridpun belajar dalam kondisi tegang, padahal kondisi belajar dalam ketegangan atau ketakutan mempersulit aktivitas dan kerja otak dalam berpikir dam menyerap materi pelajaran.
Mengatasi murid yang gaduh seperti ini sebaiknya dipersepsikan sebagai tantangan, jika guru berhasil mengatasi tantangan, maka akan menjadi kebahagiaan tersendiri dan semakin membuat guru lebih dewasa dan berpengalaman. 
Hal-hal dibawah ini bisa menjadi tips untuk diterapkan jika anda mengalami situasi penuh kegaduhan.

  1. Buatlah aturan dan perjanjian diawal perkenalan kelas. Berikan konsekuensi atas sebuah kesalahan. Misalnya jika ada anak yang ribut maka minta mereka menghafal pelajaran sambil berdiri di depan kelas. Beri hukuman yang mendidik. Hindari hukuman secara fisik.
  2. Jangan menggunakan suara “sssssssshhhhhhhhhh….!” Saat mendiamkan murid. Tapi lakukanlah suatu tepukan mirip dengan tepukan ala pramuka. Saat mata murid mulai menoleh, tersenyumlah sembari mengajak mereka mengikuti irama tepukan.
  3. Lakukan permainan sapaan Hai atau Halo, saat kegaduhan terjadi katakan “hai…!” ajarkan mereka untuk menjawab “Halo ..”. Dengan demikian perhatian mereka akan tertuju pada anda. Hai atau Halo bisa diganti dengan kata-kata popular seperti “jamaah…” suruh murid menjawab “Alhamdulillah…”. Atau kata-kata popular yang sedang trend saat ini. Karena hal itu akan berhasil mencuri perhatian murid. Hal ini juga bisa dilakukan saat ada murid yang mengantuk atau bosan dikelas.
  4. Aturlah tempat duduk murid. Murid yang membuat kegaduhan jangan dikelompokkan lagi dengan teman yang lainnya, tempatkan murid yang gaduh tersebut pada posisi depan sehingga mudah di pantau oleh guru jika dia berbuat keributan lagi. Selain itu atur posisi tempat duduk selang-seling, artinya tempat duduk pertama dari depan diisi oleh murid laki-laki, tempat duduk kedua ditempati murid perempuan, begitu dan seterusnya agar mereka enggan membuat gaduh lagi. Dalam pengaturan berkelompok maka harus ada pencampuran antara murid yang gaduh dan tidak sehingga anak yang tidak gaduh bisa mengingatkan murid lain yang gaduh. 
  5. Baca Selengkapnya Klik Disini: Koran Pendidikan 

Senin, 21 Oktober 2013

Tips meningkatkan kinerja konselor (Mengatasi Burnout)

Tips mengatasi Burnout Konselor 
Burnout adalah terkurasnya kondisi jasmani atau rohani seseorang, sehingga tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya. Masalah (burnoutini bisa berakibat tidak produktifnya konselor jika tidak cepat diatasi. 
Salah satu cara yang bisa dilakukan konselor untuk mengatasi burnout adalah dengan mengubah lingkungannya (Wilkerson & Bellini, 2006). Sebagai contoh, konselor bisa melakukan penataan ulang terhadap perabot di tempat kerjanya, merapikan kembali arsip-arsip dengan cara membuang arsip yang sudah tidak terpakai dan membuat arsip baru, menulis untuk menuangkan ide-ide dan melakukan diskusi dengan teman-teman seprofesi.
Konselor yang tidak produktif akan sulit menjaga efektivitasnya sebagai seorang konselor. Di lingkungan kerja dia akan banyak berbenturan dengan pelaksanaan tugas yang terbengkalai dan buruknya kinerja. Hal ini tentu saja tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga merugikan konseli dan rekan kerja disekitarnya. Kerugian pada diri sendiri meliputi terhambatnya proses pengembangan diri, berkurangnya kepercayaan dari orang lain hingga menurunnya harga diri. Sedangkan pada konseli akan berakibat pada tidak terlayaninya konseli dengan baik sehingga menjadikan kegagalan dalam mengentaskan konseli dari permasalahan. Orang disekitarnya juga akan menghadapi kerugian karena ketidakefektivan konselor. Kinerja yang buruk dari konselor akan berakibat pada buruknya kerjasama antara konselor dengan rekan sekerja.
Melihat hal negative yang dimunculkan dari burnout, tampaknya konselor perlu menyikapi secara serius apabila mulai menengarai kemunculan burnout pada dirinya. Penting bagi konselor untuk berfikir dan melakukan tindakan tentang bagaimana dia menangani masalah yang dimunculkan oleh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang berakibat pada terjadinya burnout.
Gladding (2012), menyampaikan beberapa hal yang bisa dilakukan konselor untuk mengurangi atau menghindari burnout, yaitu: (a) Menjalin hubungan dengan individu yang sehat jasmani dan rohani; (b) Bekerjasama dengan sejawat dan organisasi yang memiliki komitmen dan misi yang jelas; (c) Menggunakan teori-teori konseling yang ada; (d) Melakukan latihan mengusir stress; (e) Mengubah hal-hal di lingkungan sekitar yang sekiranya dapat menimbulkan stress; (f) Melakukan penilaian diri (mengidentifikasi hal apa saja yang dapat menimbulkan stres dan apa yang membuat rileks); (g) Secara berkala memeriksa dan mengklarifikasi peranan, tuntutan, keyakinan konseling (seperti bekerja lebih cerdas disbanding lebih lama); (h) Mengikuti terapi personal; (i) Menyediakan waktu luang dan pribadi (misalnya, gaya hidup seimbang); (j) Menjaga sikap dan mengambil jarak ketika bekerja dengan klien; (k) Mempertahankan sikap berpengharapan
Cara-cara yang disampaikan Glading di atas bisa dipilih konselor mana yang sekiranya memungkinkan untuk dilakukan. Konselor perlu membuat daftar dari cara yang teringan hingga yang paling berat yang bisa dilakukan. Jika beberapa cara sudah cukup membuat konselor kembali bisa produktif maka konselor bisa menghentikan dan selanjutnya bisa memulai kerja dengan perasaan dan semangat baru.
Artikel ini pernah dimuat di koran pendidikan Kamis 10 Oktober 2013

TIPS MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAYA INGAT SISWA BK

TIPS MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAYA INGAT SISWA
Oleh, Munauwaroh, S.Psi.
Alumni fakultas psikologi UIN Malang
Mahasiswa S2 Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang
Kemampuan daya ingat sangat penting bagi siswa, apalagi jika berhadapan dengan ujian, maka ingatan pelajaran adalah hal pokok, maka berikut ada beberapa hal yang bisa membantu siswa untuk mengingat dengan mudah dan menjadi aktivitas yang menyenangkan.
1.       Relaksasi adalah salah satu kunci untuk meningkatkan daya ingat. Bawa diri dalam keaadaan yang santai dan nyaman tidak dalam paksaan. Lalu tarik nafas dalam sembari memejamkan mata, buka mata perlahan dan hembuskan.
2.       Beri warna yang berbeda pada point-point penting di buku bacaan atau buku tulis, bias dengan spidol atau stabile. Warna  memudahkan siswa dalam membaca cepat dan mengingat letak suatu materi.
3.       Beri tanda-tanda atau symbol dapat membantu anak mengingat pelajaran. Biarkan anak berkreativitas di bukunya misalkan pelajaran IPA, ijinkan anak menggambar di buku catatannya tentang proses metamorphosis ulat menjadi kupu-kupu, atau proses fotosintesis tumbuhan dibantu matahari.
4.       Ajak siswa membuat rangkuman berupa “mind mapping”. Memetakan suatu materi pelajaran agar menudahkan siswa mengingat point-point penting dari pelajaran. “mind mapping” adalah suatu yang ringkas focus pada inti dan tidak berbelit-belit dan mudah diingat karena lebih simple.

5.       Membuat singkatan. Misal anak mau mengingat nama-nama hewan vertebrata seperti buaya, ular, penyu bisa disingkat menjadi BUP.
Baca Selengkapnya Klik di Koran Pendidikan

Tips Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Artikel ini pernah dimuat di koran pendidikan 
RABU, 2 OKTOBER 2013
Oleh Munauwaroh S.Psi
Alumni Fakultas Psikologi UIN Malang
Mahasiswi Pascasarjana Prodi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Malang
Konsentrasi belajar siswa kadang naik dan turun, biasanya penyebab turunnya konsentrasi dikarenakan terlalu lelah, bosan, kesehatan menurun, lingkungan yang berisik, maupun stress.
Duduk tegap, ajarkan siswa untuk duduk dengan tegap. Karena posisi duduk yang baik membantu fokus dalam belajar dan menghindari mengantuk di kelas.
Gunakan kondisi Alfa, yaitu dalam kondisi santai tapi tetap waspada. Caranya adalah siswa disuruh duduk tegap, kemudian memejamkan mata sejenak sembari menarik nafas dalam-dalam kemudian dikeluarkan. Keheningan diperlukan saat siswa memejamkan mata, suruh siswa memikirkan tempat yang bisa membuat santai dan damai. Saat membuka mata, maka otak dan mata segar sehingga memudahkan menyerap pelajaran.
Saat memejamkan mata, suruh anak melepas segala macam masalah yang dihadapi untuk sementara. Katakana untuk sebentar saja melepas dan meninggalkan masalahnya. Jangan difikirkan atau dihiraukan sebentar saja. Dan katakan, rasakan bahwa melepaskan beban sejenak itu saat segar dan nyaman rasanya. Saat anak membuka mata maka anak menjadi lebih terbuka pikirannya saat menerima pelajaran.
Menggunakan iringan musik instrumental seperti Mozart, kitaro atau musik klasik mampu merangsang jalur saraf yang penting untuk kognisi karena musik ini mempengaruhi pikiran tak sadar, merangsang reseptivitas dan persepsi. Namun belajar dikelas dengan iringan music ini jarang sekali diterapkan di sekolah-sekolah formal di Indonesia. Music mampu membawa ingatan mengenai apa yang dipejari saat mendengarkan music itu. Contoh sederhana saat anda mendengar music dengan alunan sedih mengingatkan anda akan kejadian masalalu dimana andamengalami pengalaman pahit saat menjalani sutau hubungan.
Suasana hati yang nyaman dan damai, perlu bagi siswa untuk menghindari tekanan-tekanan bathin yang menyebabkan resah dan akhirnya sulit berkonsentrasi.
Sesekali ajak siswa belajar di taman sekolah, dengan melihat pemandangan serba hijau mampu menjernihkan mata anak dan membentu fokus belajar.
Ijinkan anak membasuh muka dengan air, tangan, telinga rambut, kelapa, mirip dengan berwudu. Air yang segar berisi kandungan co2. Air yang meresap mambantu menyegarkan mata, kepala dan menjernihkan pikiran siswa. air membantu anak untuk rileks karena bagian tubuh yang tersentuh air seperti mengalami relaksasi dan pijatan-pijatan ringan dari air itu sendiri.

Bagaimana menghadapi anak kidal secara positif?

Sebelumnya saya ingin menulis menggunakan istilah penanganan anak kidal. Sebenarnya saya pribadi kurang setuju dengan istilah penanganan anak kidal, penanganan cenderung mengarah bahwa ada yang perlu ditangani dari anak kidal. Padahal anak kidal menurut saya bukanlah suatu kesalahan anak itu, bukan pula kekurangan, akan tetapi suatu kelebihan yang tidak dimiliki anak lainnya. Kemampuan anak kidal terletak pada perkembangan otak kanannya yang lebih baik dibanding otak kirinya. Disini saya menyebut anak kidal bukan ada maksud untuk memberi julukan atau labelling tapi untuk memudahkan dalam penjelasan secara umum.  
Kemampuan anak kidal menggunakan tangan kiri berkaitan dengan fungsi otak kanan dan otak kiri yang sudah terprogram sejak anak berada dalam kandungan. Otak kiri berfungsi untuk mengatur kemampuan berbahasa, berbicara, membaca, menulis dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tata bahasa. Otak kanan berfungsi untuk kemampuan kreativitas dan persepsi, pengenalan dimensi ruang dan situasi, kewaspadaan, serta perhatian dan konsentrasi. Biasa dikenal dengan kemampuan matematik.
13 Agustus bulan kemarin ditetapkan sebagai hari tangan kidal internasional. Anak kidal ini memang tidak banyak populasinya, namun minoritas bukan untuk mengucilkan anak kidal, karena kecenderungan menggunakan tangan kanan atau tangan kirinya semua tergantung dari dominasi otaknya.
Bagaimana jika kita dihadapkan dengan anak ini? apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jika kita terus memaksakan kehendak mengubah kemampuan tangan kiri menjadi tangan kanan justru menjadikan anak semakin stres dan mengalami gangguan emosional, sehingga membuat perkembangan kemampuan anak menjadi terhambat. Memaksa anak kidal untuk menulis dengan tangan kanan bisa  membuat kekacauan besar karena otaknya harus berjuang mendirikan jalur komunikasi baru dengan tubuhnya. Pemaksaan tersebut akan berpengaruh terhadap konflik emosional dan anak menjadi tertekan bahkan teringat hingga dewasa. Jika terus dipaksa akan lebih rentan terhadap gangguan, ia menyerap informasi lebih buruk. Akibatnya, anak bisa menjadi lebih mudah marah dan peluangnya untuk sukses di sekolah berkurang.elatih anak untuk mengaktifkan tangan kanannya boleh-boleh saja. Idealnya, kita memang senantiasa menyeimbangkan kemampun otak kiri dan otak kanan kita.
Ajarkan anak untuk menggunakan tangan kanan dalam konteks sosial, mengingat kita hidup di tengah budaya tangan kanan. Misalnya, ketika bersalaman dengan tamu, memberi atau menerima sesuatu dari orang lain.
Beri pujian ketika si kecil dapat meraih atau melakukan sesuatu dengan tangan kanan.
Hindari terlalu sering menasehati anak, karena anak justru akan membentengi diri dan menolak sama sekali.
Janganlah menegur anak di depan orang lain, jika ia telanjur menggunakan tangan kiri. Beritahu setelah tidak ada orang lain.
Terangkan kepada guru anak Anda di sekolah tentang keadaan si kecil sehingga tidak ada pemaksaan untuk menulis dengan menggunakan tangan kanan. Bukankah sulit jika kita yang terbiasa menulis dengan tangan kanan diminta untuk menulis dengan tangan kiri ?
Hindari memberinya julukan, seperti si kidal, kebot, dll, karena akan berefek buruk pada konsep dirinya saat menyadari perbedaan dirinya dengan teman sebaya. Rasa malu ataupun rendah diri akan timbul yang akan mencapai puncaknya pada masa remaja.
Ajaklah anak Anda mengetahui bahwa banyak tokoh-tokoh dunia dan orang sukses yang ternyata juga kidal
Dukung anak untuk beradaptasi.Memang peralatan di sekitar kita lebih banyak didesain untuk tangan kanan seperti gunting, mouse  komputer,kamera, meja gambar, dll. Namun saat ini sudah ada toko yang menjual alat untuk digunakan oleh tangan kiri.
Yang terpenting adalah terus mengembangkan potensi positif yang dimiliki oleh anak, adalah suatu bukti tanda kasih dan penghargaan atas kemampuan dan prestasi anak, dan hal inilah yang sangat membantu anak untuk terus bersemangat dan memiliki motivasi untuk berhasil kelak. Semoga berhasil.

Rabu, 25 September 2013

PERBEDAAN TUGAS DAN GELAR PSIKOLOG, KONSELOR, PSIKIATER

PSIKOLOG, KONSELOR, PSIKIATER
PSIKOLOG
S1 = Jurusan Psikologi bergelar S.Psi
S2 = Jurusan Psikologi bergelar M.Psi
S3 = Doktoral bergelar Dr.
Gelar Psikolog didapat dengan kuliah profesi selama dua tahun
Contoh, Dr. Munauwaroh, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Psikolog berhak memberi Psikotes-Psikotes. terapi-terapi misal pada Klien yang mengalami phobia, trauma, Stress.
Organisasi Resminya adalah HIPMSI (Himpunan Psikologi Indonesia)
Simbol Psikologi :

 Simbol HIPMSI :


KONSELOR
S1 = Jurusan Bimbingan dan Konseling bergelar S.Pd
S2 = Jurusan Bimbingan dan Konseling bergelar M.Pd
S3 = Doktoral bergelar Dr.
Gelar Konselor  (Kons. ) didapat dengan kuliah profesi selama dua tahun
Contoh, Dr. Munauwaroh, S.Pd., M.Pd., Kons.
Konselor berhak memberi Bimbingan dan Konseling (bantuan) kepada Konseli. Memberikan bimbingan karir. Arahan untuk Bakat dan Minat.
Organisasi Resminya adalah ABKIN (Assosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia)
Simbol Konselor:
 
Simbol ABKIN:

PSIKIATER
S1 = Dokter Umum
Kuliah lagi spesialis kedokteran jiwa
Gelar Psikiater didapat dari keahlian bidang psikiatri sekitar lima tahun. Baru layak menyandang gelar spesialisasi Psikiater.
Psikiater berhak memberikan (resep) obat kepada pasien. Misal obat anti depresan pada orang gila.
Contoh, dr. Munauwaroh, SpKj.
Simbol Psikiatri :

Sebagai konselor bekerjasama dengan psikolog dan psikiater. Jika klien butuh psikotes, konselor merujuk klien ke seorang Psikolog. Termasuk konsultasi atau intervensi lanjutan dengan keahlian terapi khusus oleh Psikolog. Jika klien dianggap membutuh obat karena ada halusinasi, gangguan tidur dsb, biasanya direfer ke seorang Psikiater.


Penanganan pada siswa korban bullying

Bullying merupakan sebuah kata serapan dari bahasa Inggris. Bullying berasal dari kata bully yang artinya gertak, menggertak dan mengganggu orang yang lemah untuk kepuasan mereka sendiri. Bullying merupakan bentuk awal dari perilaku agresif yaitu tingkah laku yang kasar. Hal itu bisa dilakukan oleh kelompok atau individu.
Dalam psikologi, bullying merupakan pikiran dan keinginan pelaku untuk menyakiti orang lain diikuti oleh tindakan negatif. Contoh: Mengabaikan atau mengucilkan seseorang dari suatu kelompok; Memukul, menjegal; Mengatakan kebohongan atau rumor yang keliru.
Dampak psikis berefek jangka panjang adalah menurunnya kesejahteraan psikologis dan penyesuaian sosial yang buruk. 
Penanganan yang bisa dilakukan oleh konselor adalah:
1. Pendekatan kepada anak. Baik kepada yang korban atau pelaku. Usahakan untuk  mengetahui apa yang terjadi seperti apa permasalahannya dan apa alasan mengapa siswa tersebut membully temannya.
2. Menjalin empati. Bantu si korban bullying tersebut mengatasi ketidaknyamanan yang ia rasakan. Pastikan menerangkan dalam bahasa sederhana dan mudah dimengerti siswa tersebut. 
3. Ajarkan untuk bersikap tegas. Ajarkan pada anak Anda untuk berdiri tegak dan menunjukkan kepercayaan diri, tegakkan kepala serta menggunakan suara jelas.
4. Sepakatlah dengan pengusik. Misalnya, ada yang mengatakan “Hei gendut”. Anak menjawab “Ya kamu benar”.
5. Jawab saja jika di olok, tetapi bukan dengan menyindir balik. Misal “Kamu bodoh”. Anak menjawab “Ya, terima kasih sudah memberi tahu aku”.
6. Abaikan gangguan tersebut. Para pengusik suka jika sindirannya dapat mengganggu korban-korban mereka. Jika bias mengabaikan maka pelaku akan bosan dengan sendirinya.
7. Bantu siswa supaya gangguan tersebut tidak melukai perasaannya. Dengan mengalihkan pandangan atau pura-pura tidak melihat merupakan hal yang efektif untuk menghindari pengusik.
8. Beri tahu siswa tentang apa saja yang menjadi haknya di sekolah, termasuk mendapat perlakuan yang baik dan sewajarnya. Jadi, jika ada yang memperlakukannya dengan tidak baik, dia dapat menolak dengan tegas.
9. Ajarkan untuk tidak perlu takut melaporkan tindakan tidak menyenangkan yang dia terima pada pihak yang memiliki kewenangan di sekolah.
Bullying memang tidak bisa dihilangkan begitu saja, namun tugas sebagai konselor bisa meminimalisir tindakan bullying, sehingga para peserta didik dapat menimba ilmu dengan tenang di sekolah, tanpa ada tekanan fisik dan psikis yang dirasakan.
ARTIKEL INI PERNAH DIMUAT DI KORAN PENDIDIKAN RUBRIK KLINIK KONSELING EDISI 479/III/18-24 SEPTEMBER 2013 HALAMAN 19 PENULIS MUNAUWAROH, S.Psi.

Penyebab Murid Membenci Guru dan Cara Mengatasinya

Penyebab Murid Membenci Guru
Perlu diketahui penyebab murid membenci Guru antara lain; guru tidak disiplin; pilihkasih; masalah penilaian; sikap guru dan perkataan; sikap guru yang cuek dan seenaknya sendiri; hanya mengejar target silabus; dan hanya ingin gaji. Bagaimana penyelesaiannya secepatnya agar masalah tidak berlarut-larut. Masalah ketidaksukaan murid pada guru tidak bisa diacuhkan saja. Perlu adanya penanganan, agar prestasi siswa tidak menurun. 

Bagaimana cara menangani murid yang membenci guru? Apa yang harus dilakukan jika murid mengatakan ia tidak menyukai guru tertentu?

  • Saat anak mengatakan “aku tidak suka guru A” maka simak baik-baik penjelasan anak sehingga anak merasa nyaman mencurahkan isi hatinya. Bersikap netral dan melihat permasalahan secara jernih. 
  • Jika anak mengeluh tentang sikap gurunya sebaiknya tidak menyalahkannya, tapi gali lebih dalam apa masalahnya. Bisa jadi anak yang membuat kegaduhan di kelas namun bias jadi karena sikap guru yang kurang disuka anak. 
  • Tanyakan bagaimana keinginan anak? Apakah keinginannya itu mengarah pada kebaikan seperti ingin guru mau menjelaskan dengan baik atau keinginan-keinginan lain. 
  • Apakah teman lain yang sekelas juga merasakan hal yang sama? Atau hanya dia? Jika murid lain merasakan hal yang sama bisa jadi memang sikap guru yang kurang baik. Jika hanya seorang atau beberapa maka perlu dipertanyakan, apakah memang murid ini memiliki kebutuhan khusus, perlakuan khusus, sehingga perlu segera ditindaklanjuti.


Bagaimana penyelesaiannya secepatnya agar masalah tidak berlarut-larut. Masalah ketidaksukaan murid pada guru tidak bisa diacuhkan saja. Perlu adanya penanganan, agar prestasi siswa tidak menurun. Berikut hal-hal yang perlu di terapkan agar guru dicintai oleh anak didiknya.

Agar murid mencintai Guru
Berikut hal-hal yang perlu di terapkan agar guru dicintai oleh anak didiknya:
1. Sikap Sabar.  Bisa jadi materi yang diajarkan benar-benar baru bagi anak, sehingga anak butuh waktu untuk mencerna materi yang diajarkan. Jagan menilai dari kemampuan sendiri. Dengan menggerutu di dalam hati kenapa sich kok gak paham-paham? Lama banget mikirnya? guru harus menyadari bahwa dirinya telah mempelajari materi itu berulangkali bertahun-tahun bahkan puluhan tahun mendalami materi itu. Sedangkan bagi murid hal itu benar-benar hal yang baru, maka sabar adalah kuncinya.
2. Menghargai. Hasil ujian yang kurang baik, memang membuat guru kecewa, namun perlu diingat pula murid telah berusaha sekuat tenaga agar pintar. Murid juga tidak ingin mengecewakan guru & orang tua. Murid juga manusia yang mengalami penyesalan karena tidak mendapat nilai bagus. Maka tetap menghargai murid & terus memberi motivasi adalah hal yang diharapkan oleh murid.
3. Tidak memihak & pilih kasih. Baca Selengkapnya...