Senin, 12 September 2016

AMALAN PUASA AROFAH DAN TARWIYAH

Ibadah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Arafah dapat dijalankan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada saat diberlangsungkannya wukuf di tanah Arafah tanggal 9 Dzulhijah oleh para jamaah haji. Wukuf di Arafah bisa dikatakan sebagai inti dari pada pelaksanaan ibadah haji. Karena itu puasa Arafah ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa-puasa lainnya.
Keutamaan puasa Arafah ini seperti diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda:
صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية
Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR. Muslim)
Sementara puasa Tarwiyah dilaksanakan pada hari Tarwiyah yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun.
Hadits mengenai puasa Tarwiyah ini diriwayatkan oleh Imam Dailami di kitabnya Musnad Firdaus (2/248). Namun derajat hadits ini maudhu’ (tertolak) karena ada periwayat hadits yang oleh para ahli hadits dianggap pendusta yakni Muhammad bin Saaib Al-Kalby. Sementara ada juga periwayat dalam hadits tersebut yang dinilai majhul alias tidak dikenal, yakni Ali bin Ali Al-Himyari
Para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang maudlu’ sekalipun sebatas hadits itu dalam diamalkan dalam kerangka fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.
Puasa Arafah dan tarwiyah sangat dianjurkan untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jemaah haji sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء
Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari).
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun. (HR Bukhari Muslim).
Puasa Arafah dan tarwiyah sangat dianjurkan untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jema'ah haji sedang menjalankan ibadah di tanah suci.

Lafadz Niat Puasa Tarwiyah

نويت صوم ترويه سنة لله تعالى 
Bahasa Latin: Nawaitu shauma tarwiyah, sunnatal lillahi ta'ala
Terjemahan: "Saya niat puasa tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala"

Lafadz Niat Puasa Arafah

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى
Bahasa Latin: Nawaitu shauma arafah, sunnatal lillahi ta'ala
Terjemahan: "Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta'ala"
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun. (HR Bukhari Muslim).
Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” 
[HR. Muslim no. 1348]

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arofah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arofah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia.

Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arofah.”[Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 482]

Ibnu Rajab selanjutnya menjelaskan bahwa siapa yang ingin mendapatkan pembebasan dari api neraka dan pengampunan dosa pada hari Arofah, maka lakukanlah Amalan berikut:

(1) Pertama: Melaksanakan puasa Arofah. Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”[HR. Muslim no. 1162]

(2) Kedua: Menjaga anggota badan dari hal-hal yang diharamkan pada hari tersebut.

(3) Ketiga: Memperbanyak syahadat tauhid, keikhlasan dan kejujuran pada hari tersebut karena semuanya tadi adalah asas agama ini yang Allah sempurnakan pada hari Arofah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri sering memperbanyak hal-hal tadi dan beliau menyebutkannya setelah menyebutkan bahwa do’a pada hari Arofah adalah sebaik-baik do’a. Disebutkan dalam hadits,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan

“Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)”.”[HR. Tirmidzi no. 3585]

(4) Keempat: Memerdekakan seorang budak jika mampu. Karena barangsiapa yang memerdekakan seorang budak mukmin, maka Allah akan membebaskan anggota tubuhnya dari api neraka karena anggota tubuh budak yang ia merdekakan.

(5) Kelima: Memperbanyak do’a ampunan dan pembebasan dari api neraka ketika itu karena hari Arofah adalah hari terkabulnya do’a. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah.”[HR. Tirmidzi no. 3585]

Sumber:




Selasa, 06 September 2016

IBU, GURU DAN ULAMA

Ketika bangsa Cina ingin hidup tenang, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar. 
Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya karena tinggi sekali.
Akan tetapi 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar. 
Pada setiap kali perperangan itu, pasukan musuh tidak menghancurkan tembok atau memanjatnya, tapi cukup dengan menyogok penjaga pintu gerbang.
Cina di zaman itu terlalu sibuk dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia. 
Membangun manusia seharusnya dilakukan sebelum membangun apapun. Dan itulah yang dibutuhkan oleh semua bangsa.
Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa apabila ingin menghancurkan peradaban sebuah bangsa, ada tiga cara untuk melakukannya, yaitu:
1. Hancurkan tatanan keluarga
2. Hancurkan pendidikan
3. Hancurkan keteladanan dari para tokoh dan ulama.

Untuk menghancurkan keluarga caranya dengan mengikis peranan ibu-ibu agar sibuk dengan dunia luar, menyerahkan urusan rumah tangga kepada pembantu. 
Para ibu akan lebih bangga menjadi wanita karir ketimbang ibu rumah tangga dengan dalih hak asasi dan emansipasi.
Kedua, pendidikan bisa dihancurkan dengan cara mengabaikan peran guru. 
Kurangi penghargaan terhadap mereka, alihkan perhatian mereka sebagai pendidik dengan berbagai macam kewajiban administratif, dengan tujuan materi semata, hingga mereka abai terhadap fungsi utama sebagai pendidik, sehingga semua siswa meremehkannya.
Ketiga, untuk menghancurkan keteladanan para tokoh masyarakat dan ulama adalah dengan cara melibatkan mereka kedalam politik praktis yang berorientasi materi dan jabatan semata, hingga tidak ada lagi orang pintar yang patut dipercayai. 
Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatannya.
Apabila ibu rumah tangga sudah hilang, para guru yang ikhlas lenyap dan para ulama dan tokoh panutan sudah sirna, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur ?
Itulah awal kehancuran yang sesungguhnya. Saat itulah kehancuran bangsa akan terjadi, sekalipun tubuhnya dibungkus oleh pakaian mewah, bangunan fisik yang megah, dan dibawa dengan kendaraan yang mewah. 
Semuanya tak akan berarti apa apa, rapuh dan lemah tanpa jiwa yang tangguh.
*
Diadaptasi dari tulisan Jarred Diamond, penulis yang memperoleh penghargaan Pulitzer. Dalam sebuah pidatonya Jarred pernah mengatakan bahwa negara seperti: Indonesia, Columbia dan Philipina, merupakan beberapa peradaban yang sebentar lagi akan punah.

Kamis, 28 November 2013

Agar minat belajar siswa meningkat

Istilah penjurusan pada kurikulum 2013 berganti menjadi peminatan. Peminatan menambahkan unsur minat pada penempatan siswa disamping melihat kemampuan akademis siswa, bidang apa yang diminati menjadi bahan untuk dipertimbangkan.
Ada beberapa penyebab siswa tidak ditempatkan di jurusan yang diminatinya seperti nilai yang kurang mendukung siswa untuk mendalami ilmu tertentu, kurangnya fasilitas pendukung, kapasitas kelas yang tidak mencukupi, kurangnya guru ahli, tidak diterima di jurusan yang diminati sehingga terpaksa menjalani jurusan yang menerima kemampuannya, bahkan ada pula karena orangtua yang menginginkan anaknya memasuki jurusan tertentu padahal anak tidak berminat.
Minat seseorang terhadap sesuatu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari diri siswa maupun situasi lingkungannya. Minat merupakan fenomena psikis yang tidak dapat dipaksakan, namun hal ini dapat ditumbuhkan. Hal-hal berikut diharapkan dapat membantu menumbuhkan minat siswa.
Hal pertama dalam menumbuhkan minat siswa untuk belajar adalah keterampilan teknik belajar, guru sebagai pengajar tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran dan menjadi guru yang menyenangkan dan menarik, namun guru harus membantu siswa untuk aktif belajar dengan memberi keterampilan mengenai teknik-teknik belajar, cara membaca cepat, teknik merangkum, tips mengingat rumus dst.
Hal kedua. Menumbuhkan Kebutuhan akan belajar. Selain itu siswa perlu diberi kesadaran akan pentingnya belajar. Alasan-alasan logis hingga siswa merasa belajar adalah suatu kebutuhan diri untuk mencapai cita-citanya, harapannya, dan bahwa belajar adalah langkah pertama untuk memulai suatu kesuksesan. 
Baca selengkapnya klik disini

Kelemahan dan Kelebihan Belajar Kelompok


Belajar kelompok adalah pembelajaran kooperatif yang memiliki manfaat sangat besar dalam memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih mengembangkan kemampuannya dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dikarenakan dalam kegiatan pembelajaran kooperatif, siswa dituntut untuk aktif dalam belajar melalui kegiatan kerjasama dalam kelompok.
Kelemahannya belajar kelompok:
Bisa menjadi tempat mengobrol. Sebaiknya belajar kelompok tidak lebih dari tujuh siswa, karena jika terlalu banyak maka kecenderungan negative yang timbul seperti mengobrol sehingga focus pada belajar terganggu. Mengobrol atau bergosip membuat waktu berlalu begitu saja sehingga tujuan untuk belajar menjadi sia-sia.
Sering terjadi debat sepele. Debat sepele ini sering terjadi di dalam kelompok. Debat sepele ini sering berkepanjangan sehingga membuang waktu percuma. Untuk itu, dalam belajar kelompok harus dibuatkan agenda acara.
Bisa terjadi kesalahan kelompok. Jika ada satu anggota kelompok menjelaskan suatu konsep dan yang lain percaya sepenuhnya konsep itu, dan ternyata konsep itu salah, maka semua anggota kelompok berbuat salah.
Kelebihan belajar kelompok:Selengkapnya klik disini

Sabtu, 09 November 2013

Mengatasi Rasa Putus Asa siswa dalam Belajar

Sering  dijumpai siswa di masa kini menghadapi mata pelajaran yang terasa sulit bagi siswa, misalnya saja pelajaran matematika atau bahasa asing. Kesulitan belajar merupakan suatu keadaan dalam proses belajar mengajar dimana siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya dengan gejala yang tampak dalam berbagai bentuk perilaku, baik secara langsung maupun tidak langsung. Siswa yang mengalami kesulitan belajar cenderung memiliki tingkat keputusasaan yang tinggi dalam mempelajari pelajaran tertentu. Putus asa adalah sikap menyerah. Secara mental rapuh dan cenderung kurang rasional. Rasa putus asa muncul dikarenakan siswa merasa sama sekali tidak ada harapan. Patah semangat. Merasa tidak ada solusi lagi. Semua jalan dianggap jalan buntu. Usaha dirasa sulit dan sia-sia. Perlu adanya bimbingan dan konseling bagi pemecahan masalah putus asa ini. Jika tidak segera ditangani maka sangat berpengaruh pada psikis siswa dan berpengaruh pada prestasi belajarnya.
Sebab-sebab siswa mudah putus asa diantaranya sebagai berikut :
Pertama. Pendidikan masa kecil yang terlalu dimanja. Anak yang terlalu dimanja saat kecil dan remaja bisa membuat anak rapuh dan tidak kuat bila suatu saat menghadapi sedikit rintangan dalam hidupnya. ia sudah terbiasa hidup enak dan dilayani sehingga kurang punya kreativitas bisa menemui kesulitan. Kedua. Pernah gagal. Kegagalan masa lalu ini bisa menjadi penyebab seseorang untuk putus asa. Namun hal ini bisa diatasi dengan selalu menanamkan pikiran positif dalam dirinya. Ketiga. Kurang bersyukur. Setiap anak punya keunikan dan kelebihan. namun anak terkadang belum mapu melihat keistimewaan itu. Sehingga yang dilihat hanyalah kekurangan semata. Keempat. Keadaan lingkungan. Keadaan lingkungan seringkali mempengaruhi semangat anak dalam belajar, namun yang terpenting adalah bagaimana usahanya dalam mencapai keberhasilan.
Penanganan bagi siswa yang mengalami rasa putus asa dalam belajar yaitu:
1.      Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan perlu dilakukan misal pada anak yang mengalami masalah kesehatan mata, dan belum pernah diperiksa. Ternyata diketahui bahwa penyebab selama ini anak pusing dan berkunang-kunang saat membaca buku adalah mata yang kelelahan dan kurang sehat tetapi belum ditangani. Jika fisik sudah ditangani maka perlu adanya penanganan terhadap psikis anak.
2.      Belajar bersyukur. Mengingatkan anak untuk bersyukur untuk hal-hal yang dapat membantu dalam belajar sangatlah perlu. Dengan menyukuri apa yang dimiliki seperti tangan, mata, buku, jika dibandingkan mereka yang tidak memiliki tangan untuk menulis, mata untuk membaca, kemampuan orang tua untuk menyekolahkan. Bersyukur ditunjukkan dengan mengindari berkeluh kesah yang berlebihan. Jika memang ada masalah maka bisa di ceritakan kepada orangtua, konselor maupun teman dekat untuk meringankan beban mental. 

SELENGKAPNYA
Klik: Koran pendidikan mengatasi rasa putus asa dalam belajar

Rabu, 06 November 2013

Tips menangani ketakutan siswa oleh guru bk



Tips menangani ketakutan siswa oleh guru bk
Oleh: Munauwaroh S.Psi

Ketakutan adalah suatu reaksi atau tanggapan emosi terhadap sesuatu yang dianggap bisa mengancam psikis maupun fisik. Pada umumnya ketakukan terkait akan kondisi yang tidak diharapkan dan hal yang belum tentu terjadi.
Pada siswa sendiri, masalah ketakutan yang sering terjadi adalah pada saat mengerjakan ujian, menunggu hasil nilai, ketakutan akan mata pelajaran tertentu, takut saat maju di depan teman kelas, takut salah, takut jadi bahan tertawaan teman atau jadi bahan ejekan teman, bahkan takut dimarahi guru.
Rasa takut adalah reaksi yang wajar, namun jika sudah menjadi ketakutan justru hal ini tidak baik bagi kondisi psikis siswa. Perlunya sikap berani melakukan hal baik perlu dibiasakan bagi siswa. Siapa yang mampu menumbuhkan sikap berani dan bukan penakut pada diri siswa bukan hanya konselor di sekolah. Namun juga perlu dukungan dari diri siswa itu sendiri, guru kelas dan orangtua siswa.
Adanya keinginan untuk berani. Tugas konselor bisa berupa melakukan konseling pada siswa, hal apa yang ditakuti siswa perlu digali, apa penyebabnya, dan bagaimana solusinya. Perlu ada keinginan dari siswa bahwa ia memiliki keinginan menjadi anak yang berani dalam hal positif.
Berpikir positif. Pola pikir positif perlu di tumbuhkan pada siswa. Meyakinkan siswa bahwa hal yang ditakutkan belum tentu terjadi perlu ditegaskan. Seperti saat ujian, siswa ketakutan dan berfikir bagaimana jika nilainya buruk, apa yang harus dilakukan, bagaimana tanggapan guru dan orangtua, bagaimana jika nilai buruk diketahui siswa lain. Padahal berbagai pertanyaan dan kemungkinan ini belum tentu terjadi.
Sikap yang positif dan segera dilakukan. Sikap yang penting berani maju, menghadapi dan melakukan adalah suatu nilai positif, dibandingkan mundur sebelum berperang, masalah hasil bukan jadi soal, karena persoalan utama adalah menumbuhkan keberanian untuk maju.
Lakukan pengulangan disertai penguatan-penguatan. Misalkan pada siswa yang ketakutan maju di depan siswa lain. Katakan bahwa anda ada selalu mendukung di belakangnya atau jika ia berhasil berbicara di depan siswa lain, di depan guru-guru, maka ada hadiah menanti. namun jangan terlalu sering memberi hadiah karena hadiah ini hanya untuk memotivasi di awal saja dan menghindari ketagihan akan hadiah.
Bagaimana jika siswa melakukan kesalahan pada saat ia telah mencoba? 
BACA SELENGKAPNYA KLIK: KORAN PENDIDIKAN TIPS MENGATASI KETAKUTAN SISWA