Masalah yang sering dihadapi adalah dimana anak cenderung malas mengerjakan PR baik yang yang tidak mendapat pengawasan maupun yang mendapat pengawasan dari lingkungan. Seorang anak akan rajin mengerjakan PR jika adanya motivasi dari dalam diri yang kuat maupun motivasi dari luar. Disini akan dijelaskan beberapa hal mengenai penanganan siswa yang malas mengeejakan PR dan penanganan yang dianjurkan.
Pertama, Penguasaan pelajaran.
Siswa yang menguasai pelajaran tentu memudahkan dirinya dalam mengerjakan PR. Apalagi jika mendapat arahan dan bimbingan. Juga pada anak yang kurang paham namun mendapat arahan maka mengerjakan PR menjadi hal yang tidak begitu sulit baginya. Berbeda halnya dengan anak yang belum menguasai pelajaran ditambah tak ada bimbingan, merasa kesulitan menjadi suatu faktor anak malas mengerjakan PR.
Kedua, Evaluasi Pola mengajar Guru.
Guru perlu mengevaluasi pola mengajarnya. Apakah mampu membuat anak tertarik pada pelajaran atau justru membosankan. Alasan pelajarannya yang memang susah tidak bisa dibenarkan. Banyak kasus dimana pelajaran yang mudah menjadi tidak menyenangkan bagi siswa dikarenakan anak kurang suka kepada gurunya. Namun tidak jarang pula dimana pelajaran yang sulit menjadi menarik karena guru mampu menghidupkan suasana kelas dan minat siswa. Jangan lupa bahwa kesabaran dan keuletan dalam mengajar juga diperlukan dalam pembelajaran.
Ketiga. PR sesuai kemampuan anak
Beri PR secukupnya, jangan terlampau banyak dan sulit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar