Artikel ini pernah dimuat di koran pendidikan
RABU,
2 OKTOBER 2013
Oleh Munauwaroh S.Psi
Alumni
Fakultas Psikologi UIN Malang
Mahasiswi
Pascasarjana Prodi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Malang
Konsentrasi belajar siswa kadang naik dan turun, biasanya
penyebab turunnya konsentrasi dikarenakan terlalu lelah, bosan, kesehatan
menurun, lingkungan yang berisik, maupun stress.
Duduk tegap, ajarkan siswa untuk duduk dengan tegap. Karena
posisi duduk yang baik membantu fokus dalam belajar dan menghindari mengantuk
di kelas.
Gunakan kondisi Alfa, yaitu dalam kondisi santai tapi tetap
waspada. Caranya adalah siswa disuruh duduk tegap, kemudian memejamkan mata
sejenak sembari menarik nafas dalam-dalam kemudian dikeluarkan. Keheningan
diperlukan saat siswa memejamkan mata, suruh siswa memikirkan tempat yang bisa
membuat santai dan damai. Saat membuka mata, maka otak dan mata segar sehingga
memudahkan menyerap pelajaran.
Saat memejamkan mata, suruh anak melepas segala macam
masalah yang dihadapi untuk sementara. Katakana untuk sebentar saja melepas dan
meninggalkan masalahnya. Jangan difikirkan atau dihiraukan sebentar saja. Dan
katakan, rasakan bahwa melepaskan beban sejenak itu saat segar dan nyaman
rasanya. Saat anak membuka mata maka anak menjadi lebih terbuka pikirannya saat
menerima pelajaran.
Menggunakan iringan musik instrumental seperti Mozart,
kitaro atau musik klasik mampu merangsang jalur saraf yang penting untuk
kognisi karena musik ini mempengaruhi pikiran tak sadar, merangsang
reseptivitas dan persepsi. Namun belajar dikelas dengan iringan music ini
jarang sekali diterapkan di sekolah-sekolah formal di Indonesia. Music mampu
membawa ingatan mengenai apa yang dipejari saat mendengarkan music itu. Contoh
sederhana saat anda mendengar music dengan alunan sedih mengingatkan anda akan
kejadian masalalu dimana andamengalami pengalaman pahit saat menjalani sutau
hubungan.
Suasana hati yang nyaman dan damai, perlu bagi siswa untuk
menghindari tekanan-tekanan bathin yang menyebabkan resah dan akhirnya sulit berkonsentrasi.
Sesekali ajak siswa belajar di taman sekolah, dengan melihat
pemandangan serba hijau mampu menjernihkan mata anak dan membentu fokus
belajar.
Ijinkan anak membasuh muka dengan air, tangan, telinga
rambut, kelapa, mirip dengan berwudu. Air yang segar berisi kandungan co2. Air
yang meresap mambantu menyegarkan mata, kepala dan menjernihkan pikiran siswa.
air membantu anak untuk rileks karena bagian tubuh yang tersentuh air seperti
mengalami relaksasi dan pijatan-pijatan ringan dari air itu sendiri.
Gerakan menyilang. Baca selengkapnya Klik disini: Koran Pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar