Oleh: Munauwaroh
S.Psi
Alumni Fakultas
Psikologi UIN Malang
Mahasiswi
Pascasarjana Bimbingan Konseling Universitas Negeri Malang
Kegaduhan
di kelas, keributan dan kebisingan yang dilakukan oleh murid-murid di kelas
sudah bukan hal yang baru lagi dalam kegiatan belajar di kelas. Kegaduhan murid
di kelas bisa disebabkan oleh murid ataupun dari pihak guru sendiri. Untuk itu
diperlukan evaluasi dari kedua belah pihak. Penyebab dari pihak murid, biasanya
adalah ada teman yang mengajak bicara dan murid sulit menolak karena tidak enak
hati atau pembicaraan dengan teman lebih menarik daripada materi pelajaran yang
diajarkan, atau karena gurunya tidak ada di kelas sehingga murid merasa bebas
untuk berekspresi dengan berbuat gaduh. Namun hal yang sering tidak disadari
oleh guru mengenai penyebab mereka melakukan kegaduhan adalah murid merasa
proses pembelajaran kurang menarik, materi yang sulit dipahami dan dimengerti,
cara berkomunikasi guru yang monoton, media
pembelajaran tidak sesuai, penjelasan materi yang kurang menginspirasi murid,
sehingga murid menjadi bosan dan tidak memperhatikan guru dan pelajaran.
Hal
utama yang ditekankan dalam menangani murid yang gaduh di kelas adalah hindari
menggunakan emosi berupa marah-marah, membentak, berteriak, memukul papan tulis
atau meja. Mengapa perlu dihindari? Karena metode diatas hanya mampu membuat
diam untuk sesaat saja, hal ini akan diulangi seterusnya bahkan metode amarah bisa
jadi menambah kegaduhan semakin menjadi-jadi dan justru membuat suasanan kelas
kurang nyaman untuk belajar dan tidak kondusif, murid-muridpun belajar dalam
kondisi tegang, padahal kondisi belajar dalam ketegangan atau ketakutan
mempersulit aktivitas dan kerja otak dalam berpikir dam menyerap materi
pelajaran.
Mengatasi
murid yang gaduh seperti ini sebaiknya dipersepsikan sebagai tantangan, jika
guru berhasil mengatasi tantangan, maka akan menjadi kebahagiaan tersendiri dan
semakin membuat guru lebih dewasa dan berpengalaman.
Hal-hal dibawah ini bisa
menjadi tips untuk diterapkan jika anda mengalami situasi penuh kegaduhan.
- Buatlah
aturan dan perjanjian diawal perkenalan kelas. Berikan konsekuensi atas
sebuah kesalahan. Misalnya jika ada anak yang ribut maka minta mereka
menghafal pelajaran sambil berdiri di depan kelas. Beri hukuman yang
mendidik. Hindari hukuman secara fisik.
- Jangan
menggunakan suara “sssssssshhhhhhhhhh….!” Saat mendiamkan murid. Tapi
lakukanlah suatu tepukan mirip dengan tepukan ala pramuka. Saat mata murid
mulai menoleh, tersenyumlah sembari mengajak mereka mengikuti irama tepukan.
- Lakukan
permainan sapaan Hai atau Halo, saat kegaduhan terjadi katakan “hai…!”
ajarkan mereka untuk menjawab “Halo ..”. Dengan demikian perhatian mereka
akan tertuju pada anda. Hai atau Halo bisa diganti dengan kata-kata
popular seperti “jamaah…” suruh murid menjawab “Alhamdulillah…”. Atau
kata-kata popular yang sedang trend saat ini. Karena hal itu akan berhasil
mencuri perhatian murid. Hal ini juga bisa dilakukan saat ada murid yang
mengantuk atau bosan dikelas.
- Aturlah tempat duduk murid. Murid yang membuat kegaduhan jangan dikelompokkan lagi dengan teman yang lainnya, tempatkan murid yang gaduh tersebut pada posisi depan sehingga mudah di pantau oleh guru jika dia berbuat keributan lagi. Selain itu atur posisi tempat duduk selang-seling, artinya tempat duduk pertama dari depan diisi oleh murid laki-laki, tempat duduk kedua ditempati murid perempuan, begitu dan seterusnya agar mereka enggan membuat gaduh lagi. Dalam pengaturan berkelompok maka harus ada pencampuran antara murid yang gaduh dan tidak sehingga anak yang tidak gaduh bisa mengingatkan murid lain yang gaduh.
- Baca Selengkapnya Klik Disini: Koran Pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar