Sebelumnya saya ingin menulis menggunakan istilah penanganan anak
kidal. Sebenarnya saya pribadi kurang setuju dengan istilah penanganan anak
kidal, penanganan cenderung mengarah bahwa ada yang perlu ditangani dari anak
kidal. Padahal anak kidal menurut saya bukanlah suatu kesalahan anak itu, bukan
pula kekurangan, akan tetapi suatu kelebihan yang tidak dimiliki anak lainnya.
Kemampuan anak kidal terletak pada perkembangan otak kanannya yang lebih baik
dibanding otak kirinya. Disini saya menyebut anak kidal bukan ada maksud untuk
memberi julukan atau labelling tapi untuk memudahkan dalam penjelasan secara
umum.
Kemampuan anak kidal menggunakan tangan kiri berkaitan dengan fungsi
otak kanan dan otak kiri yang sudah terprogram sejak anak berada dalam kandungan.
Otak kiri berfungsi untuk mengatur kemampuan berbahasa, berbicara, membaca,
menulis dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tata bahasa. Otak kanan
berfungsi untuk kemampuan kreativitas dan persepsi, pengenalan dimensi ruang
dan situasi, kewaspadaan, serta perhatian dan konsentrasi. Biasa dikenal dengan
kemampuan matematik.
13 Agustus bulan kemarin ditetapkan sebagai hari tangan kidal
internasional. Anak kidal ini memang tidak banyak populasinya, namun minoritas
bukan untuk mengucilkan anak kidal, karena kecenderungan menggunakan tangan
kanan atau tangan kirinya semua tergantung dari dominasi otaknya.
Bagaimana jika kita dihadapkan dengan anak ini? apa yang sebaiknya
kita lakukan?
Jika kita terus memaksakan kehendak mengubah kemampuan tangan kiri menjadi
tangan kanan justru menjadikan anak semakin stres dan mengalami gangguan
emosional, sehingga membuat perkembangan kemampuan anak menjadi terhambat.
Memaksa anak kidal untuk menulis dengan tangan kanan bisa membuat kekacauan besar karena otaknya harus
berjuang mendirikan jalur komunikasi baru dengan tubuhnya. Pemaksaan tersebut
akan berpengaruh terhadap konflik emosional dan anak menjadi tertekan bahkan
teringat hingga dewasa. Jika terus dipaksa akan lebih rentan terhadap gangguan,
ia menyerap informasi lebih buruk. Akibatnya, anak bisa menjadi lebih mudah
marah dan peluangnya untuk sukses di sekolah berkurang.elatih anak untuk
mengaktifkan tangan kanannya boleh-boleh saja. Idealnya, kita memang senantiasa
menyeimbangkan kemampun otak kiri dan otak kanan kita.
Ajarkan anak untuk menggunakan tangan kanan dalam konteks sosial,
mengingat kita hidup di tengah budaya tangan kanan. Misalnya, ketika bersalaman
dengan tamu, memberi atau menerima sesuatu dari orang lain.
Beri pujian ketika si kecil dapat meraih atau melakukan sesuatu dengan
tangan kanan.
Hindari terlalu sering menasehati anak, karena anak justru akan
membentengi diri dan menolak sama sekali.
Janganlah menegur anak di depan orang lain, jika ia telanjur
menggunakan tangan kiri. Beritahu setelah tidak ada orang lain.
Terangkan kepada guru anak Anda di sekolah tentang keadaan si kecil
sehingga tidak ada pemaksaan untuk menulis dengan menggunakan tangan kanan.
Bukankah sulit jika kita yang terbiasa menulis dengan tangan kanan diminta
untuk menulis dengan tangan kiri ?
Hindari memberinya julukan, seperti si kidal, kebot, dll, karena akan
berefek buruk pada konsep dirinya saat menyadari perbedaan dirinya dengan teman
sebaya. Rasa malu ataupun rendah diri akan timbul yang akan mencapai puncaknya
pada masa remaja.
Ajaklah anak Anda mengetahui bahwa banyak tokoh-tokoh dunia dan orang
sukses yang ternyata juga kidal
Dukung anak untuk beradaptasi.Memang peralatan di sekitar kita lebih
banyak didesain untuk tangan kanan seperti gunting, mouse komputer,kamera, meja gambar, dll. Namun saat
ini sudah ada toko yang menjual alat untuk digunakan oleh tangan kiri.
Yang terpenting adalah terus mengembangkan potensi positif yang
dimiliki oleh anak, adalah suatu bukti tanda kasih dan penghargaan atas
kemampuan dan prestasi anak, dan hal inilah yang sangat membantu anak untuk
terus bersemangat dan memiliki motivasi untuk berhasil kelak. Semoga berhasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar