Senin, 21 Oktober 2013

Bagaimana menghadapi anak kidal secara positif?

Sebelumnya saya ingin menulis menggunakan istilah penanganan anak kidal. Sebenarnya saya pribadi kurang setuju dengan istilah penanganan anak kidal, penanganan cenderung mengarah bahwa ada yang perlu ditangani dari anak kidal. Padahal anak kidal menurut saya bukanlah suatu kesalahan anak itu, bukan pula kekurangan, akan tetapi suatu kelebihan yang tidak dimiliki anak lainnya. Kemampuan anak kidal terletak pada perkembangan otak kanannya yang lebih baik dibanding otak kirinya. Disini saya menyebut anak kidal bukan ada maksud untuk memberi julukan atau labelling tapi untuk memudahkan dalam penjelasan secara umum.  
Kemampuan anak kidal menggunakan tangan kiri berkaitan dengan fungsi otak kanan dan otak kiri yang sudah terprogram sejak anak berada dalam kandungan. Otak kiri berfungsi untuk mengatur kemampuan berbahasa, berbicara, membaca, menulis dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tata bahasa. Otak kanan berfungsi untuk kemampuan kreativitas dan persepsi, pengenalan dimensi ruang dan situasi, kewaspadaan, serta perhatian dan konsentrasi. Biasa dikenal dengan kemampuan matematik.
13 Agustus bulan kemarin ditetapkan sebagai hari tangan kidal internasional. Anak kidal ini memang tidak banyak populasinya, namun minoritas bukan untuk mengucilkan anak kidal, karena kecenderungan menggunakan tangan kanan atau tangan kirinya semua tergantung dari dominasi otaknya.
Bagaimana jika kita dihadapkan dengan anak ini? apa yang sebaiknya kita lakukan?
Jika kita terus memaksakan kehendak mengubah kemampuan tangan kiri menjadi tangan kanan justru menjadikan anak semakin stres dan mengalami gangguan emosional, sehingga membuat perkembangan kemampuan anak menjadi terhambat. Memaksa anak kidal untuk menulis dengan tangan kanan bisa  membuat kekacauan besar karena otaknya harus berjuang mendirikan jalur komunikasi baru dengan tubuhnya. Pemaksaan tersebut akan berpengaruh terhadap konflik emosional dan anak menjadi tertekan bahkan teringat hingga dewasa. Jika terus dipaksa akan lebih rentan terhadap gangguan, ia menyerap informasi lebih buruk. Akibatnya, anak bisa menjadi lebih mudah marah dan peluangnya untuk sukses di sekolah berkurang.elatih anak untuk mengaktifkan tangan kanannya boleh-boleh saja. Idealnya, kita memang senantiasa menyeimbangkan kemampun otak kiri dan otak kanan kita.
Ajarkan anak untuk menggunakan tangan kanan dalam konteks sosial, mengingat kita hidup di tengah budaya tangan kanan. Misalnya, ketika bersalaman dengan tamu, memberi atau menerima sesuatu dari orang lain.
Beri pujian ketika si kecil dapat meraih atau melakukan sesuatu dengan tangan kanan.
Hindari terlalu sering menasehati anak, karena anak justru akan membentengi diri dan menolak sama sekali.
Janganlah menegur anak di depan orang lain, jika ia telanjur menggunakan tangan kiri. Beritahu setelah tidak ada orang lain.
Terangkan kepada guru anak Anda di sekolah tentang keadaan si kecil sehingga tidak ada pemaksaan untuk menulis dengan menggunakan tangan kanan. Bukankah sulit jika kita yang terbiasa menulis dengan tangan kanan diminta untuk menulis dengan tangan kiri ?
Hindari memberinya julukan, seperti si kidal, kebot, dll, karena akan berefek buruk pada konsep dirinya saat menyadari perbedaan dirinya dengan teman sebaya. Rasa malu ataupun rendah diri akan timbul yang akan mencapai puncaknya pada masa remaja.
Ajaklah anak Anda mengetahui bahwa banyak tokoh-tokoh dunia dan orang sukses yang ternyata juga kidal
Dukung anak untuk beradaptasi.Memang peralatan di sekitar kita lebih banyak didesain untuk tangan kanan seperti gunting, mouse  komputer,kamera, meja gambar, dll. Namun saat ini sudah ada toko yang menjual alat untuk digunakan oleh tangan kiri.
Yang terpenting adalah terus mengembangkan potensi positif yang dimiliki oleh anak, adalah suatu bukti tanda kasih dan penghargaan atas kemampuan dan prestasi anak, dan hal inilah yang sangat membantu anak untuk terus bersemangat dan memiliki motivasi untuk berhasil kelak. Semoga berhasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar